Bagaimana Menghasilkan Iman yang Sejati?

Bagaimana Menghasilkan Iman

ONESIMUS — Bagaimana menghasilkan iman yang sejati kepada Tuhan? Kita berfokus mengalami pekerjaan Tuhan dalam semua lingkungan yang Tuhan atur.

Dalam lingkungan apapun, kita harus memiliki pemahaman tentang otoritas dan kedaulatan Tuhan. Kita berdiri di posisi yang benar sebagai makhluk ciptaan dan mencari kehendak Tuhan dengan hati yang taat. Sebesar apapun penderitaan dan pemurnian yang kita alami, kita tidak boleh menyalahkan atau mengkhianati Tuhan. Sebaliknya, kita harus teguh berdiri di sisi Tuhan dan mematuhi kedaulatan dan pengaturan Tuhan tanpa syarat. Hanya dengan cara ini, kita akan menghasilkan iman yang sejati kepada Tuhan dan menjadi kesaksian bagi Tuhan.

Misalnya, ketika kita menghadapi penderitaan atau penyakit dan menjadi lemah, pertama-tama kita harus tahu bahwa Tuhan mengizinkannya terjadi pada kita. Kita tidak bisa salah memahami atau menyalahkan Tuhan, melainkan harus mencari kehendak Tuhan di posisi makhluk ciptaan.

Ketika kita menenangkan diri di hadapan Tuhan untuk mencari kehendak Tuhan,kita memiliki iman yang penuh terhadap Tuhan.Kita percaya kepada Tuhan dan berkorban untuk-Nya dan semuanya berjalan dengan lancar dan damai. Sebaliknya, pada saat bencana alam dan bencana buatan manusia menimpa, kita menyalahkan Tuhan karena tidak melindungi kita. Kita kehilangan iman kepada-Nya, sehingga tidak lagi termotivasi untuk berkorban bagi-Nya. Bahkan menjauhi-Nya dan mengkhianati-Nya.

Ini menunjukkan bahwa pengorbanan kita untuk Tuhan terkontaminasi dengan niat dan ketidakmurnian, bukan demi mengasihi dan memuaskan Tuhan. Alih-alih, ini demi mendapatkan berkat dan kasih karunia. Kita bertransaksi dengan Tuhan dengan menggunakan kedok berkorban untuk Tuhan.

Apa yang Kita Harus Lakukan?

Tuhan Yesus telah memberitahu kita: “Engkau harus mengasihi Tuhan dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap pikiranmu. Inilah perintah pertama dan yang terutama” (Matius 22:37-38). Ketika kita percaya kepada Tuhan dan berkorban untuk Dia, kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan pikiran kita.

Tidak peduli seberapa banyak pekerjaan yang kita lakukan atau penderitaan yang kita tanggung, kita tidak boleh memiliki keinginan dan ambisi pribadi serta ketidakmurnian. Apapun yang kita lakukan hanya untuk menaati dan memuaskan Tuhan tanpa meminta imbalan. Bahkan jika kita berhadapan dengan ujian dan kesengsaraan besar, kita tidak mengeluh kepada Tuhan. Jadi kita tidak mengkhianati-Nya, mematuhi pengaturan dan penataan Tuhan, serta memberikan kesaksian yang indah dan bergema bagi Tuhan.

Hanya dengan demikian, kita akan menjadi orang-orang yang mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan pikiran kita. Setelah kita memahami kehendak dan tuntutan Tuhan dan mengetahui kekurangan kita sendiri, kita akan menjadi rela untuk meninggalkan kedagingan, menyembah dan menaati Tuhan tanpa syarat, dan bersedia berdiri teguh dalam kesaksian untuk memuaskan Tuhan.

Kembali ke pertanyaan awal: Bagaimana menghasilkan iman yang sejati kepada Tuhan? Dengan cara seperti penjelasan di atas, kita akan menghasilkan iman yang sejati kepada Tuhan dan menjadi kesaksian untuk memuaskan Tuhan.

Disadur dari Akun Facebook Rusi Ndraha
Editor: Boy Tonggor Siahaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?