Generasi Yosua: Generasi Muda yang Meneladani Yosua bin Nun

Generasi Yosua

Bacaan:
Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi. — Yosua 21:45

Tanggal: 07 Juli

Saat saya memimpin Kebaktian Pemuda, saya hendak berbagi pengalaman bergaul dengan Tuhan Yesus dengan mengajak pemuda menjadi generasi Yosua.

Mengapa saya sebut generasi Yosua? Saya tertarik dengan tokoh Alkitab yang satu ini karena di dalam Alkitab, kita hampir tidak menemukan sedikit pun kesalahan/dosa Yosua di mata Tuhan. Ya, tampaknya sosok Yosua, sejak muda hingga masa tuanya selalu memiliki keintiman dengan Allah umat Israel. Ia pun menjadi teladan bagi generasi muda bangsa Israel, baik semasa ia masih hidup maupun setelah ia mati.

Karena itulah, Tuhan membukakan mata saya. Aha, ini dia. Sosok Yosua patut menjadi teladan bagi generasi muda Kristen, baik masa sekarang maupun masa yang akan datang. Meskipun demikian, kita juga tidak bisa mengabaikan sosok tokoh Alkitab lain, seperti Daniel, Nehemia, Yusuf bin Yakub, dan lain-lain. Sementara, Yesus sendiri adalah teladan yang luar biasa, yang tentu saja menjadi tokoh utama dalam kehidupan kita umat Kristen.

Kembali ke Yosua, dia adalah sosok pilihan Tuhan yang membawa bangsa Israel senantiasa meraih kemenangan, terutama dalam mengalahkan musuh-musuh Israel. Karena itu, wajar saja bahwa Generasi Yosua adalah generasi yang lebih dari pemenang. Sebagaimana Rasul Paulus katakan: “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita..” (Rm. 8:37).

Yosua adalah seorang pemimpin bangsa Israel yang paling efektif yang pernah ditulis dalam Alkitab. Di bawah bimbingan Musa, Yosua menunjukkan ketaatannya kepada Allah.

Dia bukan saja berhasil memimpin bangsa Israel menaklukkan Tanah Perjanjian, tetapi dia juga berhasil memimpin generasinya selama 40 tahun lamanya untuk tetap setia kepada Allah.

Yosua bin Nun adalah ‘produk’ Musa artinya Musa menggemblengnya menjadi tangguh dan dapat diandalkan. Dia belajar bagaimana memimpin dengan otoritas dan juga kasih. Bagaimana membangun relasi dengan Tuhan? Bagaimana menjadi tunduk dan taat baik kepada Musa maupun kepada Tuhan? Bahkan saat Musa berada di gunung bertemu dengan Tuhan, Yosua belajar bahwa kewibawaan Musa berasal dari kedekatannya dengan Tuhan. Pelajaran inilah yang menjadi bekal bagi Yosua menjadi pemimpin yang lebih baik daripada Musa.

Kembali ke bacaan renungan kita hari ini, Yos. 21:45, ayat di atas menjelaskan bahwa tidak ada janji Tuhan yang tidak tergenapi. Yosualah yang membuat janji Tuhan tergenapi. Waktu kepemimpinan Musa, janji Tuhan mengenai tanah perjanjian hampir tidak tergenapi karena ketidakpercayaan Israel dan ketidaktaatan Musa. Bahkan Musa saja tidak masuk ke tanah perjanjian. Namun akhirnya bangsa Israel dapat masuk ke tanah perjanjian di bawah kepemimpinan Yosua.

Mengapa Yosua dapat dipakai Tuhan menggenapi janji-Nya?

  1. Sejak Muda Dia Melayani Tuhan.

Bil. 11:28 mengatakan bahwa Yosua dari masa mudanya telah melayani Tuhan di bawah kepemimpinan Musa. Karena itu, didiklah anak-anak dari muda untuk menjadi Yosua-Yosua yang mau melayani Tuhan dari masa muda.

  1. Yosua adalah Orang yang Berani Menghadapi Realita Hidupnya.

Ada dua hal yang dicatat Alkitab bahwa Yosua berani menghadapi realita hidupnya. Pertama, Yosua dan Kaleb adalah 2 dari 12 pengintai yang diutus Musa untuk membaca situasi Tanah Kanaan. Setelah pulang dari pengintaian, sepuluh pengintai memberikan kabar yang buruk yang membuat patah semangat.

Mereka takut dan tidak percaya kepada Tuhan untuk merebut tanah perjanjian itu. Sebaliknya, Yosua dan Kaleb tidak takut. Dia tahu dan melihat sendiri betapa kuatnya bangsa Enak yang mendiami tanah kanaan tersebut. Namun, dia tidak takut karena dia percaya ada Tuhan di pihaknya. Dia sudah melihat banyak bukti kuasa Tuhan. Bagaimana Tuhan dapat memakai kita untuk membantu orang lain menghadapi realita mereka jika kita sendiri tidak dapat menghadapi realita hidup kita sendiri.

Kedua, ketika bangsa Israel keluar dari Mesir dan melewati Laut Teberau, bangsa pertama yang berperang melawan Israel adalah bangsa Amalek (Kel. 17:8-16). Musa menunjuk Yosua memimpin peperangan sementara Musa berdoa. Yosua tidak memiliki latar belakang militer sama sekali. Dia dan bangsa Israel berlatar belakang kuli bangunan, pekerja rodi bukan militer. Apakah Yosua protes kepada Musa? Tidak. Yosua melakukan perintah itu karena dia berani menghadapi realita.

Realita hidup itu tidak gampang, tetapi bila kita termasuk generasi Yosua, kita bisa menghadapi dan menaklukkan realita.

Bagi Saudara/i yang masih muda, mari belajar dari Yosua. Bacalah Kitab Yosua dan pahami dengan benar melalui pertolongan dari Roh Kudus. Kiranya Tuhan memberkati Saudara. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?