Didiklah Anakmu agar Engkau Menikmati Masa Tua yang Sejahtera

Didiklah Anakmu

Bacaan:
Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu. — Amsal 29:17

Tanggal: 08 Juli

Siapa itu anak? Mari baca Mzm. 127:3 (TB) “Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalahmilik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.” Kita juga bisa baca KJV, berbunyi: “Lo, children area heritage from the LORD: and the fruit ofthe womb is his reward. Kata “heritage (warisan/pusaka/peninggalan)” berasal dari akar kata yang berarti “inherit” (mendapatkan/mewarisi/keturunan).

Berbicara tentang warisan, tidak semua orang mendapat warisan. Orang-orang tertentu saja yang bisa mendapatkannya. Biasanya seseorang memberikan secara cuma-cuma karena adanya suatu hubungan, ikatan atau kedekatan serta kebaikan dan kepercayaan seseorang, sehingga ia memberikan hartanya kepada orang lain.

Apa balasan dari orang yang mendapat warisan tersebut? Apakah cukup dengan merasa bahagia kemudian berfoya-foya atau membiarkannya begitu saja? Tentu saja tidak. Ahli waris bertanggung jawab untuk mengurus warisannya.

Jika anak sebagai warisan dari Allah dan orangtua sebagai ahli waris maka orangtua wajib bertanggung jawab penuh atas anaknya. Salah satu tanggung jawab yang Tuhan perintahkan kepada orangtua adalah mendidik anaknya. Dalam Ams. 29:17 tertulis  “Didiklah anakmu”. Ini wajib bagi orangtua untuk mendidik anaknya. Mendidik yang Amsal maksudkan bukan hanya sekadar menyekolahkan anak atau memasukkan anak ke sekolah yang masuk dalam daftar sekolah tertop. Tidak ada yang salah dengan ini, memfasilitasi anak untuk menunjang kesejahteraannya juga merupakan bagian tanggung jawab orangtua.

Lewat didikan maka orangtua telah mempondasi anak untuk bertumbuh dan berkembang dengan sehat, wajar dan berkarakter. Mendidik adalah:

  • menjadi contoh, mengajar, memberitahu, menasehati, memberi saran, memberikan instruksi kepada anak bagaimana melakukan sesuatu bahkan melakukan pengkoreksian atas kesalahan yang dilakukannya;
  • membantu meningkatkan kemampuan anak untuk belajar, berpikir dan memahami hal-hal atau kegiatan yang melibatkan pemikiran anak dan upaya menguatkan mental anak;
  • mengajarkan anak, apa standar perilaku baik atau buruk, keadilan, kejujuran, dll.

Apa kata Alkitab?

Menurut Alkitab bukan hanya secara hukum atau berperilaku dengan cara yang benar dan jujur​​oleh kebanyakan orang, tetapi bagaimana anak hidup bersosial, di mana anak berhubungan dan bekerja sama dengan orang lain.

Selanjutnya, ayat tersebut mengatakan “maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.”

Ini akibat jika mendidik anak-anak. Kalau di KJV tertulis “and he will give yourest; Yes, he will givedelightto your soul.” Katarest jika diterjemahkan sama dengan istirahat. Kapan orang istirahat? Tentunya pada saat ia telah melakukan pekerjaannya atau tanggung jawabnya.

Sebagai gambaran, umpakanlah seperti waktu istirahat pekerja atau karyawan. Jam istirahat merupakan hak yang diberikan perusahaan kepada karyawannya berhenti melakukan aktivitas tertentu atau berhenti aktif untuk jangka waktu tertentu untuk bersantai dan mendapatkan kembali kekuatannya. Karyawan yang menyelesaikan pekerjaannya dengan baik pastinya dapat menikmati jam istirahatnya.

Demikian juga dengan orangtua, ketika dia telah memberikan didikan yang baik dan membekali kebenaran Kristus kepada anak-anaknya, maka di masa tuanya ia akan menikmatinya dengan kesenangan, kepuasan, dan kebahagiaan yang besar. Dapat dipastikan, anak-anaknya bertumbuh menjadi anak-anak yang hidup di dalam Kristus, anak-anak yang tahu berterima kasih kepada orangtuanya dan bertanggung jawab untuk menyejahterakan orangtuanya. (TRP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?