DAMPAK BERSAAT TEDUH BAGI PERKEMBANGAN ANAK

Ajarkan

Oleh : Susi Rio Panjaitan

Istilah saat teduh merujuk pada suatu aktivitas dimana seseorang menyediakan waktu bersama Tuhan dengan kegiatan spiritual seperti berdoa, bernyanyi dan membaca Alkitab. Saat teduh sering dikaitkan dengan apa yang  oleh beberapa tokoh di Alkitab, misalnya dengan Daniel (Daniel 6:11 – “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkat yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”), Yesus  (Matius 14:23 – “Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.”; Markus 1:35 – “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.”; Lukas 5:16 – “Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.” ) serta Paulus dan Silas (Kisah Para Rasul 16:25 – “Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.”). Daniel dan Yesus yang berdoa pribadi dijadikan referensi untuk saat teduh pribadi, sedangkan kisah Paulus dan Silas dijadikan pegangan untuk saat teduh bersama dengan orang lain. Terkait waktu, ada argumentasi yang beragam. Kisah Yesus yang berdoa pagi-pagi sekali ketika hari masih gelap menjadi acuan untuk bersaat teduh di pagi hari, sedangkan apa yang dilakukan oleh Paulus dan Silas serta Yesus yakni berdoa ketika hari sudah malam bahkan sudah tengah malam, dijadikan landasan untuk bersaat teduh di malam hari. Merujuk pada ayat-ayat ini dapat disimpulkan bahwa saat teduh dapat dilakukan secara pribadi atau bersama dengan orang lain, dan juga dapat dilakukan pada waktu pagi atau malam. Entah itu dilakukan secara pribadi atau bersama-sama dan entah itu dilakukan pada pagi atau malam hari, bukanlah hal yang pokok. Hal inti adalah menyediakan waktu khusus untuk berdoa.

Selain berdoa dan bernyanyi, saat teduh juga diisi dengan membaca Alkitab. Saat ini banyak orang bersaat teduh dengan menggunakan buku panduan bersaat teduh. Bersaat teduh tidak hanya bermanfaat bagi orang dewasa, tetapi juga bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Berikut adalah beberapa dampak bersaat teduh bagi perkembanagn anak:

  1. Belajar disiplin

Salah satu softskillyang harus dimiliki orang agar dapat berkembang dalam bidang karir apapun adalah disiplin. Tanpa disiplin, maka apapun akan hancur. Oleh karena itu, anak harus dilatih untuk disiplin sejak dini. Bersaat teduh dengan teratur baik secara pribadi maupun bersama orang lain dan entah itu di pagi atau di malam hari, dapat melatih anak untuk disiplin.

  1. Belajar membuat prioritas

Banyak kekacauan terjadi dalam hidup seseorang hanya karena ia tidak mampu membuat prioritas. Bermain games didahulukan dari pada mengerjakan tugas. Alhasil, tugas tidak selesai dan harus menanggung konsekuensi. Dengan bersaat teduh, anak dapat dilatih membuat prioritas. Bangun tidur langsung bersaat teduh, setelah itu baru mengerjakan aktivitas yang lain. Tentunya kita harus menjelaskan kepada anak mengapa demikian. Jika anak dilatih seperti ini sejak dini, maka ia akan tumbuh menjadi individu yang mampu membuat skala prioritas. Ia akan dapat menentunkan mana yang harus didahulukan dan mana yang dapat dilakukan kemudian.

  1. Relaksasi

Relaksasi adalah upaya untuk membuat pikiran, hati dan tubuh menjadi tenang. Hati, pikiran dan tubuh yang tenang sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik dan psikis manusia. Dengan bersaat teduh relaksasi terjadi, apalagi jika dilakukan dengan santai, di ruangan yang kondusif,  (tidak terlalu panas atau dingin dan tidak berisik) dan posisi tubuh yang nyaman (misalnya duduk di lantai atau di kursi yang nyaman). Lirik dari nyanyian yang dinyanyikan, kata-kata yang terucap lewat doa dan apa yang dibaca di Alkitab atau di buku panduan bersaat teduh sangat membantu proses relaksasi.

  1. Meneduhkan emosi

Setiap individu termasuk anak memiliki berbagai emosi. Emosi yang berlebih sehingga mendominasi, terutama emosi negatif tentu tidak baik. Dengan bersaat teduh, emosi  dapat diteduhkan, terutama saat berdoa dan membaca Alkitab.

  1. Merapikan cara berpikir

Sama halnya dengan orang dewasa, kadang-kadang pikiran anak-anakpun  kacau karena tidak memahami situasi yang sedang terjadi. Cara berpikir dapat dirapikan dengan menyelaraskannya dengan firman Tuhan yang dibaca di Alkitab.

  1. Melatih dan meningkatkan kemampuan berpikir

Melalui membaca Alkitab dan jabaran dalam buku panduan bersaat teduh, kemampun berpikir anak dapat dilatih dan ditingkatkan termasuk kemampuan berpikir kritis dan solutif.

  1. Menambah pengetahuan

Karena dalam bersaat teduh ada pembacaan Alkitab, maka pengetahuan anak terkait isi Alkitab bisa bertambah dari hari ke hari.

  1. Belajar mendengarkan

Untuk anak-anak yang belum dapat membaca sehingga Alkitab dan buku panduan harus dibacakan untuknya, bersaat teduh dapat melatih dan meningkatkan kemampuan anak dalam mendengarkan.

  1. Melatih konsentrasi

Durasi konsentrasi anak dapat meningkat melalui kebiasaan bersaat teduh. Mendengarkan, berdoa dan membaca butuh konsentrasi. Jika ini dilakukan secara teratur, maka durasi konsentrasi anak dapat meningkat.

  1. Melatih kegemaran membaca

Membaca sangat baik untuk perkembangan kognitif anak. Oleh karena itu, sedari dini anak harus dilatih dan difasilitasi agar gemar membaca. Dengan bersaat teduh, kegemaran membaca pada anak dapat dibangun.

  1. Belajar memahami isi bacaan

Kemampuan berpikir dimulai dari kemampuan memahami isi bacaan. Membaca bukan sekedar melafalkan kata demi kata yang tertulis. Membaca yang sesungguhnya adalah memahami apa yang tertulis. Melalui bersaat teduh keterampilan  ini dapat dilatih dan ditingkatkan.

  1. Menyegarkan jiwa dan meningkatkan semangat

Melalui pembacaan Alkitab dan berdoa, jiwa anak dapat disegarkan dan semangatnya meningkat. Dengan demikian, anak akan bersikap postif dalam menjalani aktifitasnya.

  1. Dapat meningkatkan kualitas tidur

Kualitas tidur seseorang selain ditentukan oleh kondisi fisiknya, juga sangat ditentukan oleh hati dan pikirannya. Hati dan pikiran yang kacau membuat orang susah tidur dan tidak dapat tidur dengan nyenyak. Dengan bersaat teduh, terutama bersaat teduh di malam hari sebelum tidur, hati dan pikiran anak dapat diteduhkan sehingga kualitas tidurnya meningkat. Tidur yang nyenyak selain dapat meningkatkan kualitas kesehatan fisik, juga dapat menyegarkan otak dan meningkatkan fungsi kerja otak.

  1. Menyegarkan dan menyehatkan tubuh

Membiasakan anak bersaat teduh di pagi hari, tentu akan membuatnya terbiasa bangun pagi. Jika ingin  bangun pagi, maka tidak boleh tidur larut malam. Pola hidup seperti ini tentu sangat baik untuk kesegaran dan kesehatan anak.

  1. Membangun kekompakan, kesepakatan dan kesehatian

Saat teduh yang dilakukan bersama orang lain dapat membangun kekompakan, kesepakatan dan kesehatian anak dengan teman saat teduhnya. Dimulai dari membuat kesepakatan terkait waktu. Dengan demikian, anak belajar membangun komitmen dan bekerja dalam tim kecil.

  1. Membangun kepedulian anak terhadap kebutuhan orang lain

Berdoa untuk orang lain (syafaat) adalah bagian dari saat teduh. Bersyafaat dapat dilakukan jika anak perduli dengan orang lain. Dengan demikian, kasih dan keperdulian anak akan orang lain dapat terbangun.

  1. Membentuk karakter

Karakter merupakan hal yang terpenting dalam segala aspek kehidupan. Oleh karena itu, karakter anak harus dibangun. Bersaat teduh sangat bermanfaat untuk membangun karakter anak.

  1. Membangun iman

Iman kepada Tuhan Yesus Kristus adalah dasar kehidupan orang Kristen. Iman anak dapat terbangun melalui pengenalannya akan Tuhan Yesus Kristus. Pengenalan anak akan Tuhan Yesus Kristus dapat dibangun melalui bersaat teduh.

 

Cara Membimbing Anak Bersaat Teduh

  1. Jelaskan kepada anak apa yang dimaksud dengan bersaat teduh

Mengerjakan apa yang dipahami tentu lebih menyenangkan dari pada melakukan apa yang tidak dipahami. Oleh sebab itu, sebelum mengajak anak bersaat teduh, beri penjelasan kepada anak apa yang dimaksud dengan bersaat teduh.

  1. Jelaskan kepada anak mengapa kita harus bersaat teduh dan apa manfaatnya

Harus ada alasan yang tepat mengapa anak diminta untuk melakukan sesuatu termasuk untuk bersaat teduh. Untuk itu, orangtua harus menjelaskan kepada anak mengapa anak harus bersaat teduh dan apa manfaatnya bagi anak. Dengan demikian, anak dapat bersikap positif terhadap saat teduh dan mau melakukannya dengan senang hati tanpa merasa dipaksa oleh orangtua.

  1. Sepakati dengan anak kapan waktu bersaat teduh

Karena kegiatan bersaat teduh melibatkan anak, maka harus dibuat kesepakan dengan anak terkait waktu. Misalnya: siang kah, pagi kah, jam berapa dan lain sebagainya. Jika waktu bersaat teduh diatur berdasarkan hasil kesepakatan dengan anak, maka lebih muda bagi orangtua untuk meminta tanggung jawab anak untuk menaatinya.

  1. Untuk memudahkan proses bersaat teduh, ada baiknya menggunakan buku panduan bersaat teduh untuk anak

Anak adalah individu yang sedang bertumbuh dan berkembang dalam segala aspek termasuk aspek kognitif. Menggunakan buku panduan bersaat teduh untuk anak akan memudahkan anak untuk memahami pesan yang disampaikan dalam suatu ayat yang tertulis di Alkitab. Pilih buku panduan yang benar-benar tepat untuk anak. Misalnya, menggunakan bahasa yang singkat, sederhana dan mudah dipahami oleh anak. Bagus juga jika dilengkapi dengan ayat emas untuk dihafalkan serta aktifitas pendukung. Selain memudahkan anak untuk memahami, juga dapat menambah minat anak terhadap kegiatan bersaat teduh.

  1. Siapkan dan gunakan Alkitab

Walaupun menggunakan buku panduan bersaat teduh untuk anak, Alkitab harus jadi referensi utama. Ayat Alkitab yang tertulis dalam buku panduan harus dicek kebenarannya dengan cara melihat ayat tersebut di Akitab. Pastikan benar-benar benar! Pastikan bahwa uraian dalam panduan tersebut sesuai dengan apa yang dipaparkan dalam Alkitab!

  1. Bernyanyi

Bernyanyi adalah bagian yang nyaris tak terpisahkan dari saat teduh. Sepakati dengan anak lagu yang akan dinyanyikan. Tak perlu terlalu panjang dan terlalu banyak. Cukup 1 atau 2 lagu saja. Pilih lagu yang sudah dikuasai anak dengan baik. Dengan demikian, anak dapat bernyanyi dengan baik dan penuh penghayatan.

  1. Mulai dengan berdoa

Jika anak belum dapat berdoa secara mandiri, dapat dipandu dengan cara orangtua berdoa dengan versi anak, lalu anak mengikuti. Ini hanya langkah awal. Selanjutnya, pelan tapi pasti, anak harus berdoa sendiri.

  1. Baca terlebih dahulu ayat Alkitab yang ditentukan sebagai acuan

Jika anak sudah bisa membaca, anaklah yang harus membaca. Jika belum, orangtua membacakan dengan suara dan intonasi yang tepat dengan memperhatikan tanda baca. Gunanya adalah agar anak paham apa yang sedang dibacakan.

  1. Membaca uraian yang tertulis dalam buku panduan bersaat teduh

Setelah membaca ayat Alkitab yang menjadi nats, pembacaan dilakukan dengan membaca uraian yang tertulis dalam buku panduan bersaat teduh. Jika anak sudah bisa membaca, anaklah yang harus membaca. Jika belum, orangtua membacakan dengan suara dan intonasi yang tepat dengan memperhatikan tanda baca. Gunanya adalah agar anak paham apa yang sedang dibacakan.

  1. Menjelaskan kepada anak kata-kata yang tidak dipahami anak

Kemungkinan, ada kata-kata yang tidak dipahami oleh anak. Oleh sebab itu, orangtua harus menjelaskan arti kata-kata tersebut pada anak.

  1. Pastikan anak memahami apa yang ia dengarkan hari ini melalui pembacaan Alkitab dan buku panduan bersaat teduh. Caranya dapat dilakukan dengan memberikan pertanyaan kepada anak.
  2. Tentukan 1 ayat yang menjadi ayat emas untuk diingat oleh anak

Ayat emas bisa berupa ayat yang digarisbawahi dari ayat Alkitab yang dibaca saat itu. Ayatnya tidak usah terlalu panjang. Disesuaikan dengan usia anak dan kemampuan anak untuk menghafal. Menghafal ayat emas gunanya adalah agar anak senantiasa mengingat firman Tuhan. Dengan demikian, firman Tuhan yang ia ingat tersebut dapat menguatkannya, menghiburnya atau mengingatkannya kapan saja.

  1. Tutuplah kegiatan bersaat teduh dengan berdoa

Berdoa kali ini selain berisi ucapan syukur, juga diisi dengan mendoakan orang lain (bersyafaat). Dengan demikian, anak juga belajar mengingat dan menjadi berkat bagi orang lain.

 

Mengingat bahwa bersaat teduh memiliki pengaruh yang positif  terhadap perkembangan anak serta cukup mudah cara membimbing anak dalam bersaat teduh, maka diharapkan setiap orangtua melatih anak-anaknya bersaat teduh sedari dini. Waktu saat teduh dapat dipilih berdasarkan kesepakatan dengan anak. Selamat melatih anak bersaat teduh, Tuhan Yesus memberkati. (SRP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?