Latihlah Anak Sepatutnya Agar Tidak Menyimpang di Masa Tuanya

Bacaan:
Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu. — Amsal 22:6

Tanggal: 16 Juli

Sebagai orangtua, khususnya orangtua kristiani tidak akan pernah lepas mengemban tanggung jawab sebagai orangtua terhadap anak-anaknya sekalipun mereka telah dewasa secara usia. Salah satu tanggung jawab tersebut untuk mendidik anak.

Hal ini banyak dituliskan dalam Alkitab, tentunya ini merupakan ajaran bahkan perintah penting yang harus dilaksanakan orangtua. Ini harus dilaksanakan dengan benar dan baik dan sebagai penanggung jawab utamanya adalah orangtua.

Hari ini mari kita renungkan ayat Alkitab Ams. 22:6. Jika merujuk kepada padanan kata ‘didik’ maka akan kita dapati kata ‘ajar, asuh, bimbing, jaga, pelihara, tuntun.’

Kita pun akan mendapatkan kata-kata lainnya yang mengandung arti ‘didik.’ Itulah tanggung jawab orangtua.

Kata ‘didiklah’ dalam KJV untuk ayat ini tertulis ‘train up.’ Orangtua berkewajiban melatih anak-anaknya. Bukan sekedar memberitahu.

Gambaran sederhananya seperti pelatihan montir motor. Sebelum pelatihan dimulai, seorang tutor tentunya akan mempelajari kondisi peserta didiknya. Seminimalnya sejauh mana pemahaman peserta didik sebelum mengikuti pelatihan, karakter peserta didik dan perlengkapan mengajar.

Ketika memberi pelatihan terjadi transfer pengetahuan dan komunikasi dengan baik. Tutor atau pengajar tidak bisa hanya memberitahu, namun ada proses yang dilakukan, yakni memberi materi (teori), menunjukkan cara, mengarahkan, latihan/praktek, pemantauan, koreksi, evaluasi dan ujian. Sebagai seorang tutor yang benar tentu ia akan memastikan orang yang dididiknya benar-benar menguasainya.

Demikian juga dengan orangtua dalam melatih anak-anaknya. Sebagai orang Kristen melatih anak harus berlandaskan kasih Kristus karena tidak mudah. Selama proses melatih pasti ada tantangan. Mungkin dalam hal usia anak, kognisi anak, fisik anak, perilaku anak, sifat anak dan sebagainya. Orangtua harus mampu menyesuaikan dengan kondisi tersebut.

Ketika anak-anak mendapatkan didikan yang seharusnya ia dapatkan sejak dini (di masa kanak atau muda), ada dampak ke depannya.

Kemudian, Alkitab melanjutkan “maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu.” Banyak hal yang akan dihadapi anak ketika dia mulai memasuki dunia luar (di luar rumah). Tidak harus menunggu dia sampai tua untuk melihat realita kehidupan.

Terlebih di masa sekarang ini. Banyak yang akan dilihat anak, baik itu hal-hal baik atau buruk. Hal-hal benar dan baik menurut Alkitab atau pun bukan berasal dari Alkitab. Semua itu akan dapat memengaruhi mereka. Anak-anak yang memiliki pondasi yang kuat akan dapat menjalani semua dengan baik. Hal setidak enak apapun itu, tidak akan membuatnya menyimpang dari jalan yang telah diajarkan kepadanya. Jalan Tuhan, akan menjadi satu-satunya jalan yang ia pilih untuk menjalani kehidupannya. (TRP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?