Melindungi Anak Berarti Melindungi Masa Depannya

Masa Mudamu

Bacaan:
Dalam takut akan Tuhan ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya. —Amsal 14:26

Tanggal: 21 Juli

Kekerasan terhadap anak-anak, makin hari makin mengerikan. Anak-anak seringkali menjadi korban dan biasanya hasil pengungkapan investigasi, sebagian besar pelakunya adalah orang terdekat dengan anak. Pelaku kekerasan terhadap anak tersebut antara lain orangtua, paman/tante, kakek/nenek, saudara kandung, dan sebagainya. Pelaku di luar lingkar keluarga justru rendah angkanya. Ini menunjukkan bahwa anak menjadi rentan dalam keluarga. Sungguh mengejutkan bagi kita.

Anak-anak sesungguhnya memperoleh perlindungan utama dari keluarganya, terutama dari kedua orangtuanya. Rumah seharusnya memberi rasa aman, nyaman, dan tentram bagi keluarga, terutama bagi anak-anak. Untuk menciptakan suasana rumah seperti itu, seorang bapak atau ayah terlebih dahulu harus menjadi orang yang takut akan Tuhan. Sebagaimana dalam renungan kita hari ini dalam Ams. 14:26: “Dalam takut akan Tuhan ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.”

Mengapa seorang bapak bukan ibu? Pertama-tama memang bapak adalah kepala keluarga. Ia bertanggung jawab penuh atas keluarganya. Kedua, bapak menjadi pemimpin dalam keluarga karena itu menjadi tugas utamanya menahkodai rumah tangganya. Karena itu, seorang bapak harus takut akan Tuhan agar dia dapat memimpin keluarganya di jalan Tuhan yang benar.

Bagaimana dengan ibu? Ibu menjadi mitra yang sepadan dengan bapak. Sebagai mitra yang sepadan, seorang ibu juga harus takut akan Tuhan seperti bapak. Walaupun tidak menjadi pemimpin dalam keluarga, ibu juga memiliki tugas yang tidak kalah penting dan utama, yaitu: mengasuh dan mendidik anak.

Anak-anak adalah karunia dari Tuhan, sungguh suatu berkat yang diberikan Tuhan kepada kita, seperti yang dituliskan dalam Mzm. 127:3. Anak-anak adalah milik pusaka Tuhan dan upah bagi kita. Tuhan memberi kita tanggung jawab untuk memelihara, melindungi dan mendidik mereka berdasarkan nilai-nilai kehidupan Kristen.Kita harus melakukannya dengan lemah lembut dan bijaksana karena anak-anak akan memperoleh gambaran tentang Tuhan melalui kita, orangtuanya.

Secara umum, perempuan/ibu lebih terampil dalam memelihara dan mengasuh anak, khususnya ketika anak masih kecil. Sementara laki-laki/bapak lebih terampil dalam memenuhi kebutuhan anak dan melindungi keluarganya. Karena itu, dalam keluarga dibutuhkan kerjasama yang baik antara bapak dan ibu.

Di sinilah pentingnya peran utama Tuhan bagi keluarga. Secara tegas Ams. 14:26 menasihatkan agar bapak dan ibu hidup dalam takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan berarti kita taat dan setia kepada Tuhan. Jika kita hidup dalam takut akan Tuhan, maka Tuhan menjanjikan ada ketenteraman yang besar dalam keluarga kita, bahkan Tuhan memberikan perlindungan bagi keluarga kita. Kita sendiri adalah anak-anak-Nya.

Nah, inilah yang patut kita teladankan kepada anak-anak, yaitu: takut akan Tuhan. Jika anak dapat melihat bahwa bapak dan ibunya hidup dalam takut akan Tuhan, maka anak merasakan ketenteraman besar tersebut. Kiranya Tuhan menjadikan keluarga Anda takut akan Tuhan. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?