Apakah Kita Sudah Benar-benar Merdeka?

Bacaan:
Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka. — Yohanes 8:36

Tanggal: 05 Agustus

Apakah arti merdeka? Coba kita cek di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sekarang kita tidak perlu repot lagi punya KBBI karena kita bisa lihat di websitenya: kbbi.kemdikbud.go.id.

Menurut KBBI, kata “merdeka” artinya adalah:

  1. bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya); berdiri sendiri,
  2. tidak terkena atau lepas dari tuntutan,
  3. tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; leluasa.

Berdasarkan pengertian dari KBBI, maka ayat renungan kita yang mengatakan: “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka,” berarti setidaknya mencakup 3 hal di atas.

Pertama, Kristus memerdekakan kita dari perhambaan dosa. Kita tidak mampu melepaskan diri dari perhambaan dosa. Kristuslah yang mampu melepaskan kita dari perhambaan dosa.

Kedua, kita sudah lepas dari tuntutan hukuman kematian kekal (kematian kedua setelah kematian pertama secara jasmani). Kristus telah membayar hukuman kematian tersebut dengan kematian-Nya di kayu salib.

Ketiga, kita tidak terikat lagi oleh kuasa Iblis. Iblis tidak ada lagi taringnya menguasai kita seutuhnya karena Kristus telah mematahkan kuasa Iblis. Segala kuasa berada di tangan Kristus yang diberikan Allah Bapa kepada Anak-Nya. Kita yang hidup dalam Kristus terbungkus oleh kuasa Darah Anak Domba Allah. Hidupku bukannya aku lagi, tetapi Kristus hidup dalamku.

Dari tiga hal itulah, kita patut mengucap syukur kepada Tuhan sebab dengan pertolongan-Nya kita dapat menikmati kemerdekaan. Secara lahiriah, kita memang telah bebas dari perbudakan, namun secara rohani apakah kita sudah benar-benar merdeka atau masih dijajah oleh pihak lain?

Sebagai orang percaya, kita harus bersyukur oleh pengorbanan Kristus di atas kayu salib yang memberikan pengampunan dosa kepada kita.

Pengampunan dosa dari Kristus tersebut adalah kuasa yang memerdekakan kita secara menyeluruh, yang memungkinkan kita memiliki hidup berkemenangan dalam semua aspek kehidupan.

Sayang, masih banyak orang Kristen terbelenggu dan diperbudak kuasa-kuasa lain.

Apakah kita masih berada di bawah tipu daya iblis, dikuasai roh dendam, kebencian, sakit hati, tamak, dan lainnya, sehingga kita tidak hidup sebagaimana yang Tuhan kehendaki.

Kristus telah memerdekakan kita dari kuasa dosa. Dengan demikian, kita mengisi kemerdekaan itu dengan kehidupan yang benar dan berkenan kepada Tuhan, yang mneghasilkan buah bagi kemuliaan nama-Nya. Janganlah lagi kita menggunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan melakukan perbuatan dosa.

Ingatlah satu hal ini: kemerdekaan dari Kristus bukan hanya sekadar melepaskan kita dari dosa, namun untuk memulihkan tujuan semua Allah menciptakan kita agar kita dapat hidup dalam kebenaran sehingga menjadi serupa dengan Dia.

Tinggallah dalam kebenaran-Nya. Itulah yang memerdekakan kita dari segala belenggu. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?