Merdeka dari Perhambaan Uang

Bacaan:
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. — Ibrani 13:5

Tanggal: 21 Agustus

Memiliki uang tentu menyenangkan, apalagi jika memiliki uang dalam jumlah yang sangat besar. Hampir semua hal membutuhkan uang, sehingga sangat sulit melakukan sesuatu tanpa uang.

Uang adalah fasilitas hidup manusia yang dengannya orang dapat memenuhi berbagai kebutuhan. Tidak hanya itu, banyaknya uang yang dimiliki seseorang menjadi dasar apakah ia dapat dikatakan kaya atau tidak. Orang beruang banyak (baca: kaya) sering disebut sebagai orang terpandang. Tidaklah heran jika banyak orang yang akan berupaya keras agar bisa memperoleh uang yang banyak.

Awalnya uang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup, lalu berlanjut untuk kesenangan hidup. Melihat bahwa uang dapat mendatangkan banyak kemudahan dan berbagai kesenangan, manusia akhirnya menjadi cinta uang. Apapun akan dilakukan untuk mendapatkan lebih banyak uang, tetapi seiring dengan itu, menjadi semakin sulit berbagi dengan sesama. Uang tidak lagi diatur dan digunakan sebagai fasilitas hidup, tetapi dipakai untuk melampiaskan segala bentuk nafsu kedagingan.

Karena ingin mendapatkan lebih banyak uang, akhirnya orang melakukan ha-hal yang tidak benar, bahkan dapat mengorbankan orang lain dan keselamatan jiwanya sendiri. Malah, kejahatan pun akan dilakukan demi mendapatkan uang.

Dalam 1 Timotius 6:10 tertulis:“Karena akar segala kejahatan adalah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” Cinta akan uang membuat orang akhirnya menjadi hamba uang.

Dengan menjadi hamba uang maka hidup manusia dikuasai oleh uang. Uanglah yang menentukan bagaimana ia hidup dan bergerak. Akhirnya, uang akan membawanya kepada berbagai kesusahan, penderitaan bahkan kematian.

Oleh karena itu, kita sebagai umat Allah tidak boleh memperhamba diri kepada uang. Ibrani 15:5 berkata:“Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Mari belajar bersyukur, belajar mencukupkan diri dengan apa yang ada! Kita harus percaya bahwa dengan cara-Nya, Ia pasti akan memelihara hidup kita!

Asal kita percaya akan pemeliharaan-Nya dan tidak malas bekerja, pasti semua kebutuhan kita tercukupi dengan sempurna. Hal ini akan membawa kita pada ketenangan hidup dan membuat kita dapat menikmati hidup yang Tuhan berikan kepada kita. Bahkan, dalam segala keberadaan kita, kita dapat menjadi berkat bagi sesama. Terpujilah Tuhan. (SRP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?