Jangan Kasih Kendor

Bacaan:
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” – Roma 12:11

Tanggal: 1 September

Istilah “Jangan Kasih Kendor” viral selama masa pandemik Covid-19 untuk menyemangati semua orang agar tetap taat pada protokol kesehatan demi terhindar dari Covid-19.

Rasanya, “Jangan Kasih Kendor” berlaku di dunia pelayanan. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan kita kehilangan semangat dalam melayani bahkan dapat membuat kita mundur dari pelayanan.

Ada berbagai macam alasan yang dapat membuat orang kehilangan semangat dalam pelayanan, seperti: merasa kelelahan, konflik dengan rekan sepelayanan, merasa apa yang dilakukan tidak berdampak signifikan bagi perkembangan pelayanan, pergumulan hidup yang dirasa sangat berat dan tiada henti, merasa bosan, dan lain-lain.

Hal seperti ini adalah lumrah dalam dunia pelayanan. Jangankan dalam dunia pelayanan, dalam dunia pekerjaan, persahabatan dan relasi lainnya hal ini sering terjadi.

Walau demikian, menjadi loyo dan kemudian mundur bukanlah solusi terbaik. Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, yang tertulis pada Roma 12:11, Rasul Paulus berkata: “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

Nasehat ini tidak hanya berlaku bagi jemaat di Roma, tetapi juga berlaku untuk kita. Kalaupun ada hal-hal yang membuat kita merasa lelah, bosan dan tidak bersemangat dalam pelayanan, atau menjadi malas, jangan biarkan hal itu memadamkan roh kita dan membuat kita mundur dari pelayanan!

Mari, kencangkan kembali kerajinan kita, bakar kembali roh kita dan tetaplah melayani Tuhan! Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana agar kita tetap rajin, roh kita kembali menyala-nyala, sehingga kita bersemangat melayani Tuhan?

Dalam Mazmur 103:2-5 tertulis:“Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.”

Ya, dengan selalu mengingat betapa Allah sangat mengasihi kita, maka itu dapat membangkitkan kembali semangat kita dalam melayani-Nya. Kebaikan dan kasih setia-Nya yang begitu besar kepada kita adalah satu-satunya alasan bagi kita untuk tetap setia melayani-Nya walaupun sangat banyak masalah dan rintangan yang kita hadapi.

Mari kita mohon pertolongan-Nya agar Ia memampukan kita melakukan semua tugas pelayanan kita tepat seperti yang Ia kehendaki. Terpujilah nama Tuhan. Amin. (SRP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?