Seperti untuk Tuhan

Bacaan:
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. – Kolose 3:23

Tanggal: 09 September

Banyak orang, terutama yang merasa memiliki berbagai keterampilan dan kompetensi, hanya mau bekerja pada perusahaan yang mau memberikan upah yang besar.

Selain itu, sebagai imbalan mereka juga menuntut berbagai fasilitas dan bonus. Jika perusahaan dianggap tidak mampu atau tidak mau memberikan apa yang mereka mau, maka dengan segera mereka keluar dan bekerja pada perusaan yang lain.

Bahkan, sudah menjadi hal yang lumrah, jika ada peluang,  orang akan segera keluar dari perusahaan tempatnya bekerja ke perusahaan lain yang mampu memberikan upah dan fasilitas yang lebih baik.

Orang akan berupaya bekerja sebaik mungkin dan menambah keterampilan dengan melanjutkan studi atau mengikuti berbagai pelatihan/ kursus agar makin mumpuni di bidangnya, sehingga memiliki daya jual yang tinggi.

Selain uang, fasilitas dan bonus, kenyamanan dengan lingkungan kerja termasuk dengan atasan maupun kolega menjadi alasan seseorang mau bertahan di sebuah pelayanan.

Bagi mereka gaji, fasilitas dan bonus tidak terlalu menjadi masalah, yang terpenting adalah mereka merasa nyaman bekerja. Dengan demikian, jika terjadi hal-hal yang dapat membuat mereka merasa tidak nyaman, misalnya atasan baru yang dianggap tidak semenyenangkan atasan lama atau rekan sekerja yang tidak bisa diajak bekerja sama, maka dengan segera mereka akan keluar dan pindah ke perusahaan lain.

Pada umumnya, orang hanya mau bekerja atau bekerja dengan sungguh-sungguh karena ada alasan tertentu. Jika yang menjadi alasan tidak didapatkan, maka orang akan meninggalkan pekerjaan tersebut atau bekerja dengan tidak sungguh-sungguh.

Ayat renungan kita hari ini mengajarkan hal yang berbeda. Ayat tersebut tertulis dalam perikop yang oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) diberi judul “Hubungan antara Anggota-anggota Rumah Tangga”. Di sana jelas terlihat bahwa segala bentuk perbuatan anggota keluarga terhadap anggota keluarga yang lain harus dilakukan dengan segenap hati, seperti untuk Tuhan. Tuhanlah yang menjadi alasan bagi setiap anggota keluarga dalam melayani di rumah.

Walaupun demikian, ayat ini juga berlaku untuk semua bidang pelayanan/pekerjaan. Semua pekerjaan harus dikerjakan dengan sepenuh hati, seperti untuk Tuhan. Entah gaji kita besar atau kecil, entah lingkungan pekerjaan/pelayanan kita menyenangkan atau tidak, kita harus melayani dengan sepenuh hati.

Pada Kolose 3:24 tertulis:“Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.”  Ayat ini adalah lanjutan dari ayat yang menjadi renungan kita hari ini.

Dari ayat ini jelas terlihat bahwa tuan kita yang sesungguhnya adalah Kristus dan upah kita berasal dari-Nya. Karena Kristus adalah tuan kita dan kita menerima upah dari-Nya, maka apapun pekerjaan/pelayanan kita, siapapun atasan kita dan bagaimanapun kondisi pekerjaan/pelayanan kita, kita harus mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, seperti untuk Tuhan.(SRP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?