Jangan Takut Memberitakan Injil Kristus

Bacaan:
Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan.Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. — Kisah 5:40-41

Tanggal: 25 September

Di era digital ini, apakah tantangan pemberitaan Injil Kristus makin mudah atau tidak? Sepintas kita melihat memang makin mudah karena dengan media sosial kita dapat menyebarkan kabar baik (Injil) Kristus ke mana saja secara simultan dan masif. Akan tetapi, apakah kenyataannya demikian? Ternyata tidak juga.

Sebagai contoh, seorang yang semula tidak percaya kepada Kristus bahkan memaki-maki Kristus justru cukup banyak berbalik 1800 menjadi pengikut Kristus. Kita sebut saja misalnya Saifudin Ibrahim yang mengatakan bahwa ia cukup banyak memualafkan orang Kristen bahkan pendeta menjadi Muslim. Eh, malah terbalik hingga sekarang. Dia justru sekarang lebih banyak membawa jiwa-jiwa dari pemeluk Islam menjadi Kristen. Bahkan dia sendiri sempat mendekam di penjara karena kena pasa penistaan agama.

Sementara itu, Christian Prince yang sampai saat ini tidak ada yang tahu siapa dia identitasnya, justru menantang pihak Muslim debat agama Islam-Kristen melalui saluran media sosial YouTube. Karena ulah Christian Prince, banyak para ulama Muslim menjadi takut para pemeluk Islam berpindah agama menjadi Kristen. Bahkan negara berbasis agama seperti Pakistan pernah meminta kepada YouTube agar Akun Christian Prince ditutup. Namun pihak Google sejauh ini belum menutup Akun Christian Prince.

Sebaliknya, dari pihak Muslim pun ada debat agama Islam-Kristen serupa sebelum ada Akun Christian Prince. Nama orangnya Zakir Naik dari India. Zakir pun mengklaim cukup banyak memualafkan orang Kristen. Konon, Christian Price sempat juga berkali-kali menggaungkan menantang berdebat agama dengan Zakir Naik. Tampaknya Zakir tidak sudi berdebat dengan Christian Prince karena ia menganggap Christian Prince takut membuka identitasnya.

Terlepas dari “peperangan” kedua agama tersebut, mari kita melihat renungan kita hari ini. Dalam Kisah 5 kita membaca bahwa para rasul banyak mengalami penderitaan karena pemberitaan Injil Kristus oleh kelompok Agama Yahudi (Yudaisme). Mereka disidang di Mahkamah Agama, disesah, dan disiksa karena nama Yesus. Para murid terus bertahan dan tidak mau menyangkal nama Yesus, sehingga para imam Yudaisme tersebut menginginkan agar mereka dihabisi.

Akan tetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, mengatakan: “Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap,tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah.” Nasihat itu diterima. (Kisah 5:38-39)

Saudara terkasih, kalau kita memberitakan Injil Kristus, jangan kita terjebak pada perdebatan kusir yang tidak akan bertemu dalam satu titik. Beritakanlah Injil Kristus dengan membawa syalom (dami sejahtera). Ketika orang yang mendengar Injil Kristus merasakan syalom tersebut, percayalah Roh Kudus bekerja dalam diri orang tersebut. Karena itu, tugas kita memberitakan Injil Kristus dengan membawa syalom, dan bagian Roh Kudus membuat orang tersebut menjadi percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.

Jadi kita pun tidak perlu takut dalam memberitakan Injil Kristus karena Kristus senantiasa menyertai kita orang-orang yang setia dan taat kepada Bapa di sorga. Amin. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?