Berperilaku Benar Sejak Masa Muda

Generasi Yosua

Bacaan:
Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu. — Mazmur 26:3

Tanggal: 8 Oktober

Hidup kita di dunia ini makin sulit membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dunia kita sudah terkepung oleh derasnya informasi di dunia maya, sehingga sesuatu yang benar dapat menjadi hoaks dan sebaliknya sesuatu yang hoaks seolah-olah benar.

Apakah kebenaran itu?Pontius Pilatuspernah mengajukan pertanyaan ini kepada Yesus ketika Yesus diadili dan dibawa ke hadapannya. Yesus merasa tidak penting menjawab pertanyaan Pilatus karena memang Dia yang Benar telah diadili secara tidak benar dan para imam,rabbi, ahli Taurat, menyebarkan hoaks tentang diri-Nya.

Mengapa kita sulit membedakan kebenaran dari hoaks? Jawabannya karena kita tidak menemukan dan memegang kebenaran. Kebenaran hanya ada dalam Tuhan. Kebenaran dari Tuhan itu mutlak. Di mana kita dapat menemukan kebenaran? Ya, di Alkitab yang menyuarakan kebenaran dan di dalam Kristus yang menunjukkan dan mempraktikkan kebenaran.

Pada Mzm. 26:3, pemazmur mengakui kebenaran dan kasih Tuhan. Karena itu, ia selalu tertuju pada kasih-Nya dan memegang kebenaran-Nya di dalam hidupnya.

Kita patut mengajarkan perkataan pemazmur di atas kepada anak-anak kita, khususnya anak remaja yang sedang bertumbuh imannya. Setidaknya kita menanamkan kepada remaja agar mereka berperilaku yang benar seperti teladan Kristus.

Remaja Kristen dapat memberikan teladan melalui tindakan nyata sesuai iman Kristiani. Ia dapat berperilaku benar dalam kehidupan sehari-hari yang mencerminkan kebaikan Tuhan. Sebagai contoh:

  • Remaja menjadi pribadi yang positif, murah senyum, berperilaku baik dan bersikaplah baik kepada siapa saja dengan mengasihi sesama.
  • Remaja melakukan sesuatu untuk kemuliaan Tuhan dan tidak perlu banyak bicara sesuatu yang tidak penting.
  • Remaja dapat menjadi pemimpin di antara teman-teman sebayanya. Dia tidak ikut-ikutan arus yang membuatnya jatuh ke dalam dosa. Menjauhkan diri dari pengaruh jahat dan mengingatkan teman-temannya agar tidak terjerumus ke hal-hal yang jahat. Kalau ada temannya yang mengalami perundungan, berusahalah menolongnya. Jadilah remaja yang menolak kebiasaan berbicara kasar atau bergosip.
  • Remaja harus menjauhkan diri dari minuman alkohol secara berlebihan hingga mabuk, merokok, berpesta pora (hedonisme), menyontek, dan berperilaku negatif lainnya.
  • Remaja mampu memanfaatkan setiap waktu untuk berdoa dan merenungkan Firman Tuhan.

Tokoh teladan di Alkitab selain Yesus Kristus yang dapat remaja mencontohnya adalah Yusuf bin Yakub, Yosua bin Nun, Ester, Ruth, Naomi, Bunda Maria, Daniel, Nehemia, semua 12 murid Yesus, Rasul Paulus, Timotius, Onesimus, dan lain-lain. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?