Belajar dari Timotius Menjadi Saksi Tuhan

Bacaan:
Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni. — 1 Timotius 1:18

Tanggal: 23 Oktober

Timotius adalah seseorang yang lahir dari perkawinan campuran. Ibunya seorang Yahudi, dan ayahnya adalah seorang Yunani. “Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya. Sedangkan ayahnya seorang Yunani.” (Kis. 16:1)

Timotius tinggal di Listra. Kendati lahir dari perkawinan campuran, Timotius telah dididik akan Kitab Suci oleh ibunya, Eunike, dan neneknya, Lois.

“Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.” (2 Tim. 1:5)

Alkitab menyebut nama Timotius sebanyak 24 kali. Tuhan memakai Timotius sejak dia masih muda. Menurut penafsir, Timotius menyerahkan hidupnya kepada Tuhan dan memutuskan menjadi hamba Tuhan dalam usia sekitar 15 tahun. Ketika itu, Paulus mengajaknya dalam Misi Penginjilan Paulus yang pertama. Dalam Misi Penginjilan tersebut, Paulus banyak membimbing Timotius, sehingga Timotius menjadi sosok pengikut Kristus yang setia.

Arti nama Timotius adalah menghormati/memuliakan Allah. Karena itulah, Paulus mendorong Timotius agar tidak merasa minder meskipun ia masih tergolong sangat muda ketika itu. Paulus mengatakan bahwa Timotius dapat menjadi teladan bagi orang-orang percaya meskipun ia masih muda (1 Tim. 4:12).

Berkat bimbingan Paulus, Timotius memiliki komitmen yang teguh sebagai saksi Tuhan. Paulus menasihati Timotius bahwa Roh Kudus akan menuntunnya ketika ia bersaksi tentang Kristus. Namun demikian, dalam tugas panggilannya melayani Tuhan, Timotius memiliki kondisi tubuh yang agak lemah.

Karena itulah, Paulus kembali menasihatinya: “Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.” (1 Tim. 5:23). Meskipun dalam keadaan sakit, Timotius tetap teguh melayani Tuhan.

Menurut catatan Alkitab, Timotius adalah seorang penginjil dan gembala yang Tuhan pakai secara luar biasa. Sejak ia mengikuti Misi Penginjilan Paulus hingga Paulus kembali ke pangkuan Bapa di sorga, Timotius telah menggembalakan setidaknya 5 jemaat, antara lain: Tesalonika, Filipi, Korintus, Berea, dan Efesus.

Tuhan dapat memakai siapa saja apakah anak-anak, orang muda, orang tua, dan bahkan lansia untuk melayani-Nya. Namun demikian. Tuhan berharap bila setiap orang menerima panggilan-Nya sejak usia muda. Ketika orang muda menyerahkan hidupnya kepada Tuhan, maka ia akan lebih banyak berkarya nyata bagi kemuliaan nama Tuhan. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?