Hidup Kudus Adalah Ibadah Sejati

Bacaan:
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.  — Roma 12:1

Tanggal: 26 Oktober

Orang muda dewasa ini banyak terperangkap dalam pergaulan bebas yang merusak moralitas dan karakter. Pergaulan bebas tersebut di antaranya: seks bebas berganti pasangan, narkotika, geng motor begal, perjudian, pelacuran, dan lain-lain.

Banyak faktor yang menjadi penyebab orang muda terjerumus dalam pergaulan bebas tersebut. Kita bisa menyebutkan beberapa faktor di antaranya: keluarga yang terpecah-belah (broken home), tontonan tidak senonoh yang sangat mudah diakses melalui internet dan media sosial, kontrol masyarkat yang makin kendor, dan sebagainya.

Menghadapi situasi seperti ini, lembaga keagamaan, dalam hal ini, gereja, dan lembaga pendidikan (sekolah), serta keluarga seolah-olah tidak mampu mengatasinya. Yang paling menentukan sebenarnya adalah keluarga di mana anak-anak lebih banyak waktunya bersama anggota keluarganya.

Kenyataannya, keluarga pun, terutama orangtua, sangat minim komunikasinya dengan anak-anaknya. Apalagi orangtua terlalu sibuk mengurusi pekerjaan dan mengejar karier, sehingga abai memberikan cinta kasih yang penuh kepada anak-anaknya.

Bacaan renungan hari ini mengingatkan kita kembali pentingnya keluarga mempersembahkan tubuhnya yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah. Itulah ibadahmu yang sejati.

Mempersembahkan tubuh seperti yang Paulus sampaikan di atas bukan melulu kita rajin beribadah kepada Tuhan di gereja. Alih-alih, kita secara totalitas memberikan keseluruhan kehidupan kita, yaitu: tubuh, jiwa, dan roh, dipersembahkan secara kudus dan berkenan kepada Allah.

Hidup kudus artinya kita menjaga tubuh kita tidak tercemar karena dosa. Walaupun manusia tidak luput dari dosa, tetapi setidaknya kita berusaha tidak berbuat dosa. Apabila kita tahu di situ ada dosa, sebaiknya kita menghindarinya.

Cara paling ampuh terhindar dari perbuatan dosa adalah berhubungan intim dengan Tuhan dengan merenungkan firman-Nya siang dan malam. Kita juga akrab berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa. Itulah ibadah sejati yang kita dapat lakukan setiap hari.

Seseorang yang sejak masa mudanya sudah intim dengan Tuhan, maka ia dapat menjalani hidupnya penuh dengan syalom. Mulai dari sekarang ambillah keputusan menjalin keintiman dengan Tuhan, mumpung Tuhan masih memberi kita nafas kehidupan. Tuhan Yesus memberkati Saudara. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?