Orang Muda Adalah Pilar Gereja

Bacaan:
Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? — 1 Korintus 3:16

Tanggal: 28 Oktober

Saya masih ingat ketika masih SMA (remaja) dan kuliah (pemuda), seorang penatua gereja yang kami hormati pernah berkata: “Kalian sebagai pemuda gereja, kalian adalah pilar-pilar gereja. Gereja dapat berdiri kuat dan kokoh karena ada pilar-pilar yang kokoh yang menopang.”

Perkataan penatua gereja ini melekat di benak saya. Saya berpikir bagaimana pemuda bisa menjadi pilar gereja yang kuat dan kokoh? Pertanyaan ini mendorong saya mencari tahu apa jawaban Tuhan?

Mencari jawaban Tuhan itu ternyata butuh proses yang panjang. Istilahnya ada kairos (baca: waktu) Tuhan. Kami sebagai pemuda ketika itu menjalani proses tersebut untuk sampai pada kairos Tuhan.

Dalam sebuah perkembangan gereja, remaja dan pemuda adalah salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan karena merekalah yang akan melanjutkan generasi terdahulu. Generasi tua akan memberikan tongkat perjuangan dan pergerakan pelayanan dalam gereja Tuhan kepada generasi muda.

Karena itu, remaja dan pemuda perlu melibatkan diri dalam beberapa acara atau event gereja. Ini bertujuan agar mereka terbiasa dengan tugas dan kewajiban di dalam pelayanan itu sendiri dan melatih sejak dini tentang tanggung jawabnya di masa mendatang.

Ternyata dengan melibatkan generasi muda dalam tugas dan tanggung jawab pelayanan gereja, kita bukan saja mendidik generasi muda soal pelayanan, tetapi juga mengembangkan mereka menjadi pelaku firman Tuhan.

Generasi muda mampu memahami firman Tuhan menjadi nyata dalam hidupnya ketika ia melayani sesama. Pertama-pertama mereka juga harus terus-menerus membangun Bait Allah (gereja) karena harapan tersebut ada di pundak generasi muda.

Salah satu contoh nyata di Alkitab adalah Nehemia, seorang muda yang terpanggil membangun Bait Allah di Yerusalem pada pasca pembuangan di Babel.

Demikian pula generasi muda gereja dewasa ini perlu memiliki keterpanggilan seperti Nehemia. Sejalan dengan hal tersebut, Rasul Paulus juga menasihatkan umat di Korintus, yang sesungguhnya juga ditujukan secara khusus kepada Timotius, dengan perkataan ini: “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”

Inilah jawaban Tuhan atas pertanyaan saya tersebut di atas. Kiranya Tuhan memberkati generasi muda yang sungguh-sunguh peduli pada gereja. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?