Yusuf, Pahlawan Iman Bangsa Israel dan Bangsa-bangsa Lain

Bacaan:
Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. — Kejadian 50:20

Tanggal: 2 November

Renungan hari ini adalah tentang seorang pelayan bernama Yusuf bin Yakub. Yusuf bertumbuh dalam keluarga di sebuah peternakan bersama dengan 11 saudara laki-lakinya dan 1 saudari perempuannya. Yakub mencintai Yusuf lebih dari anak-anaknya yang lain, dan saudara-saudara Yusuf cemburu padanya. Faktanya, mereka membencinya dan jarang berbicara kepadanya.

Saat Yusuf memberi tahu saudara laki-lakinya dan ayahnya bahwa dia bermimpi di mana mereka semua membungkuk ke tanah di hadapannya, saudara-saudaranya semakin membencinya.

Suatu hari saudara-saudara Yusuf merencanakan untuk membunuhnya, tetapi mereka hanya menjualnya kepada orang asing yang sedang dalam perjalanan ke Mesir. Jadi Yusuf dibawa ke Mesir sebagai budak. Selanjutnya Potifar membeli Yusuf dari orang asing tersebut dan membawanya ke rumahnya.

Apa yang dialami Yusuf adalah bagian dari rencana TUHAN. TUHAN memiliki pekerjaan besar untuk dia lakukan. Ketika Yusuf berada di Mesir, TUHAN segera menempatkannya di tempat Potifar untuk bekerja. Namun sayang, akibat fitnah istri Potifar, Yusuf harus mendekam di penjara.

Penjara menjadi tempat “batu loncatan” Yusuf yang menghantarnya menjadi orang nomor 2 yang berkuasa di Mesir. TUHAN memakai Yusuf untuk menyelamatkan keluarganya yang kemudian menjadi bangsa Israel dari bencana kelaparan selama 7 tahun. Tidak itu saja, Yusuf juga dipakai TUHAN untuk menyelamat bangsa Mesir dan bangsa-bangsa lainnya di sekitar Mesir.

Meskipun saudara-saudaranya membencinya, tetapi tidak demikian dengan Yusuf. Yusuf justru mengasihi semua saudaranya. Kerendahan hati Yusuf tertulis pada renungan kita hari pada Kej. 50:20.

Patutlah kita belajar dari teladan Yusuf yang menjaga dirinya hidup kudus, tidak tergoda jebakan nafsu birahi dari istri Potifar, melayani siapa pun meskipun ia di penjara, dan tidak membalas kejahatan dan membenci saudara-saudaranya yang berbuat jahat kepadanya.

Kiranya Saudara dapat juga menjadi pahlawan iman seperti Yusuf. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?