Orangtua Adalah Pahlawan bagi Anak-anaknya

Bacaan:
Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikanlah anak-anak pada masa mudanya. – Mazmur 127:4

Tanggal: 9 November

Panahan adalah salah satu jenis perlombaan dalam olahraga dan juga digunakan banyak orang untuk latihan meningkatkan konsentrasi, terutama pada anak-anak yang memiliki masalah dalam berkonsentrasi.

Dulu, panah digunakan oleh orang untuk berburu dan berperang. Panah adalah senjata yang sangat ampuh yang dapat mematikan binatang buruan maupun musuh di medan perang.

Agar dapat mendapatkan binatang buruannya atau mengalahkan musuhnya, seorang pemanah tentu tidak akan sembarangan dalam mengarahkan anak panahnya. Ia harus berkonsentrasi penuh menatap pada titik sasaran sehingga anak panah yang ditembakkan dapat mencapai titik sasar dengan tepat.

Untuk menjadi pemanah yang handal tentu tidak mudah. Hal ini membutuhkan proses yang tidak mudah dan tidak sebentar. Kita butuhkan kesabaran dan banyak latihan yang serius. Tentu ini membutuhkan pengorbanan dan kedisiplinan.

Alkitab mengatakan bahwa anak-anak di masa mudanya ibarat anak-anak panah di tangan pahlawan (Mzm. 127:4). Seorang pahlawan tidak akan mengarahkan dan menembakkan anak panahnya dengan sembarangan. Ia akan melakukan strategi terbaik agar anak panahnya mencapai target dan ia menang.

Demikian juga halnya dengan anak-anak. Orangtua adalah pahlawan bagi anak-anaknya. Mau diarahkan ke mana seorang anak sangat tergantung pada orangtuanya. Orangtualah yang menentukan mau ia lesatkan ke mana anaknya. Artinya, ia mau anaknya seperti apa sangat tergantung pada dirinya sebagai orangtua.

Oleh karena itu, jika seseorang ingin anaknya mencapai sasaran, maka orangtua harus seperti pahlawan yang menggunakan panah. Orangtua harus dapat mendidik dan mengarahkan anaknya dengan baik.

Memang tidak mudah mendidik dan mengarahkan anak, tetapi bukan berarti tidak bisa. Dalam bagian ayat yang menjadi bacaan hari ini tertulis:“demikianlah anak-anak pada masa mudanya.”Ilmu psikologi dan ilmu pendidikan sudah membuktikan bahwa fase yang paling mudah untuk mendidik seseorang adalah ketika ia masih muda.

Sebagai seorang pahlawan bagi anak-anaknya, orangtua harus menggunakan masa muda anak-anaknya dengan baik untuk mendidik dan membimbing mereka.

Mumpung masih kecil, latihlah mereka beribadah! Mumpung masih kecil, didiklah mereka menjadi orang-orang yang takut akan Tuhan! Mumpung masih kecil ajarlah mereka sopan santun! Mumpung masih kecil, tanamkan nilai-nilai Kristiani pada mereka! Mumpung masih kecil, didiklah mereka sedemikian rupa agar mereka menjadi anak yang sungguh-sungguh takut akan Tuhan hingga hidupnya menyenangkan hati Tuhan! Ya, mumpung masih kecil.

Sama halnya dengan ranting pohon, jika ingin membentuk ranting pohon sesuai selera, bentuklah ketika masih muda. Jika sudah besar, ia akan keras dan sangat sulit dibentuk. Bahkan, jika kita berusaha membentuk ranting yang sudah besar dan kuat itu, alih-alih dapat membentuknya, kita malah terluka.(SRP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?