Simson, Pahlawan Iman dengan Kekuatan Fisiknya Tiada Tara

Bacaan:
Berkatalah Simson: ”Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini.” Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya. — Hakim-hakim 16:30

Tanggal: 16 November

Siapakah yang tidak kenal dengan Simson? Dia mungkin satu-satunya orang terkuat sepanjang sejarah umat manusia. Namun demikian, sekuat-kuatnya seorang lelaki tetap saja dapat takluk di hadapan perempuan. Simson dan Delila memperlihatkan hal tersebut, sehingga kisah mereka banyak ditulis orang dan diangkat ke layar perak.

Kehidupan Simson dimulai dengan pemberitahuan akan kelahirannya. Seorang bapak dari suku Dan yang bernama Manoah menikahi perempuan yang mandul (Hak. 13:2). Malaikat Tuhan menampakkan diri pada istri orang itu dan berfirman padanya, “Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki” (ayat 3).

Malaikat itu memerintahkan supaya perempuan itu mengikuti peraturan Nazir selama ia hamil — tidak boleh meminum anggur atau minuman yang memabukkan, dan tidak boleh memakan makanan yang haram. Perempuan itu memberitahu Manoah, dan Manoah pun berdoa supaya malaikat itu mengunjungi mereka dan mengajar mereka tentang cara membesarkan anak itu (ayat 8).

Allah menjawab doa Manoah. Malaikat Tuhan menampakkan diri pada istri Manoah sekali lagi, dan perempuan itu lari memanggil suaminya. Malaikat itu mengulangi pesannya kepada Manoah, yang kemudian menanyakan nama sosok malaikat itu. Malaikat itu membalas, “Apa sebab kau ingin tahu namaku? Namaku itu nama yang ajaib” (Hak. 13:18, versi BIS).

Manoah kemudian mempersembahkan kurban kambing dan korban sajian di atas batu, dan “sedang nyala api itu naik ke langit dari mezbah, maka naiklah Malaikat TUHAN dalam nyala api mezbah itu” (ayat 20).

Demikian sekelumit kisah kelahiran Simson. Simson tumbuh besar dan fisiknya makin besar makin kuat. Simson mampu membunuh singa-singa hanya dengan tangan kosong. Bahkan dia pun sudah banyak membunuh ratusan tentara Filistin yang menjadi musuh Israel.

Allah memang membangkitkan Simson sebagai hakim untuk memimpin Israel melawan orang-orang Filistin yang banyak menindaskan umat-Nya.

Namun, Simson sendiri melakukan kesalahan besar. Dia mengambil perempuan Filistin menjadi istrinya. Padahal menurut aturan bangsa Israel, mereka tidak boleh menikahi orang di luar keturunan bangsa Israel. Delilalah yang menghancurkan kehidupan Simson, sehingga orang Filistin mampu menangkap dan melemahkan kekuatan Simson.

Simson menyadari bahwa dia sudah berdosa kepada Allah. Kekuatan yang berada di rambutnya tidak ada lagi karena rambutnya telah dipotong dan kedua matanya dibutakan.

Meskipun demikian, Simson melihat adanya kesempatan untuk membalaskan perbuatan orang Filistin atas dirinya. Pada suatu pertemuan yang dihadiri para raja, para pembesar, dan orang banyak, Simson merangkul suatu pilar bangunan yang kokoh dan dia merobohkan beberapa pilar tersebut. Lantas, ambruklah bangunan yang berisi ribuan orang tersebut dan menewaskan semuanya termasuk Simson.

Di akhir hidupnya, Simson menjadi pahlawan bagi bangsa Israel sekaligus juga pahlawan iman. Karena imannya, Simson memperoleh kekuatannya yang luar biasa. Kekuatan fisiknya tidak bergantung lagi pada rambutnya, tetapi Tuhan memulihkan kekuatan Simson.

Sekiranya melalui kisah Simson ini, kita belajar pentingnya mengandalkan kekuatan Allah, bukan kekuatan pribadi kita; mengikuti kehendak Allah, bukan kemauan kita yang keras kepala; dan mencari hikmat Tuhan, bukan pengertian pribadi kita. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?