Kaleb: Karena Lain Jiwa yang Ada padanya

Yosua dan Kaleb

Bacaan:
Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikuti Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya. – Bilangan 14:24

Tanggal: 18 November

Ketika itu TUHAN berfirman kepada Musa agar menyuruh beberapa orang untuk mengintai tanah Kanaan. Lalu Musa menyuruh dua belas orang pengintai memasuki tanah Kanaan. Musa meminta mereka mengintai apakah bangsa yang mendiami tanah itu kuat atau lemah? Apakah mereka banyak atau sedikit? Apakah negeri itu baik atau buruk? Apakah kota yang mereka diami terbuka atau tempat-tempat berkubu? Apakah tanah di sana gemuk atau kurus? Apakah di sana ada pohon-pohon atau tidak?

Setelah kembali dari negeri pengintaian, sepuluh orang dari pengintai mengatakan bahwa memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, tetapi bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat, kota-kotanya berkubu dan sangat besar.

Merela juga mengatakan bahwa negeri yang mereka intai itu adalah suatu negeri yang memakan penduduknya. Orang-orang di sana perawakannya tinggi-tinggi. Di sana juga ada orang-orang Enak yang merupakan keturunan raksasa.

Laporan kesepuluh pengintai ini menggusarkan hati orang Israel. Melihat hal ini, Kaleb berusaha untuk menenteramkan hati mereka dengan mengatakan bahwa mereka akan maju dan menduduki negeri itu karena mereka (orang Israel) pasti akan mengalahkan orang-orang yang ada di negeri itu (Bil. 13).

Orang Israel tidak percaya kepada perkataan Kaleb. Mereka malah bersungut-sungut kepada Musa dan meminta agar di antara mereka ada yang diangkat menjadi pemimpin.

Bersama Yosua, Kaleb  mencoba meyakinkan orang Israel dengan mengatakan bahwa negeri yang mereka masuki bersama sepuluh orang pengintai lain adalah negeri yang luar biasa baiknya. Suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

Mereka juga mengatakan kepada orang Israel agar tidak memberontak kepada TUHAN dan tidak takut kepada bangsa negeri itu karena TUHAN menyertai orang Israel. Bukannya menurut dengan apa yang dikatakan oleh Yosua dan Kaleb, orang  Israel malah mengancam hendak melempar mereka dengan batu (Bil. 14:1-10).

Perilaku orang Israel tersebut membuat TUHAN marah hingga berencana menghukum orang Israel. Melihat hal ini Musa memohon belas kasihan dan pengampunan TUHAN untuk orang Israel.

Atas permintaan Musa, TUHAN memang tidak jadi menghukum orang Israel, tetapi TUHAN tidak mengizinkan seorang pun dari mereka masuk ke tanah Kanaan (Bil. 14:18-23). Kaleb TUHAN ijinkan masuk ke tanah Kanaan dan mengatakan bahwa keturunan Kaleb akan memiliki negeri itu (Bil. 14:24).

Mengapa TUHAN berlaku demikian kepada Kaleb dan keturunannya? Jelas sekali, pada Bil. 14:24 TUHAN mengatakan karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut TUHAN dengan sepenuhnya.

Kaleb orang yang positif dalam berpikir dan bertindak karena ia sungguh-sungguh percaya kepada TUHAN dan mengikut TUHAN dengan sepenuh hati. Itulah sebabnya perkataan dan perilakunya selalu positif. Oleh karena sikapnya ini, Kaleb menjadi pahlawan bagi keturunannya.

Keturunannya turut menikmati buah manis dari iman Kaleb. Mereka turut memiliki negeri yang berlimpah-limpah dengan susu dan madu itu.

Jika kita mau dipakai TUHAN untuk jadi berkat bagi keluarga, anak-anak, keturunan dan bangsa kita, maka kita harus belajar seperti Kaleb. Mari kita mengikuti TUHAN dengan sepenuh hati!(SRP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?