Janganlah Kamu Kuatir, tetapi Berdoalah

Bacaan:
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. — Filipi 4:6-7

Tanggal: 04 Desember

Mungkin hampir semua orang pernah merasa kuatir karena memang banyak hal dalam hidup ini yang dapat membuat orang menjadi kuatir. Ada yang kuatir akan kebutuhan hidupnya, anak-anaknya, pasangannya, penyakitnya tak kunjung sembuh, belum juga naik pangkat, sudah mencapai usia tertentu tetapi belum mendapatkan jodoh, sudah lama berkeluarga, tetapi tak kunjung mendapatkan anak, dan lain sebagainya.

Orang menganggap wajar dan manusiawi jika orang mengalami kekuatiran, padahal kekuatiran adalah emosi negatif. Jika tidak diregulasi dengan baik, kekuatiran  dapat berdampak negatif kepada siapapun, baik bagi aspek kesehatan fisik, mental dan spiritual.

Selain itu, kekuatiran dapat mendorong orang berperilaku negatif. Contoh: ada yang karena kuatir tak bisa sembuh dari penyakitnya, ia pergi ke dukun meminta pertolongan; ada yang karena kuatir tak mendapatkan jodoh, maka ia menganggu orang yang sudah berkeluarga; ada juga yang takut tak menang dalam pemilihan tertentu, maka ia melakukan perbuatan curang. Kekuatiran membuat mereka berperilaku buruk.

Kekuatiran ternyata dialami juga oleh jemaat di Filipi. Oleh karena itu, Paulus menasihati mereka agar tidak kuatir tentang apapun juga dan mendorong mereka untuk berdoa.

Nasihat Paulus ini tidak hanya berlaku bagi jemaat di Filipi di masa itu, tetapi berlaku juga bagi setiap kita yang hidup di era digital ini. Sebagai manusia, sungguh manusiawi jika kita mengalami rasa kuatir, tetapi jangan mau hidup dalam kekuatiran. Ingatlah, bahwasanya kita punya Juruselamat yang sanggup dan mau menyelamatkan kita dari apapun yang membuat kita kuatir!

Mari menuruti nasihat Paulus! Dari pada membiarkan diri dikuasai oleh kekuatiran, lebih baik kita datang kepada Kristus dan menyerahkan semua kekuatiran kita kepada-Nya sebab Ia yang memelihara kita (1 Ptr. 5:7). 

Doa adalah jalan yang sudah Tuhan sediakan bagi kita untuk datang kepada-Nya. Dalam doa, kita dapat menyampaikan segala hal yang kita pikirkan, rasakan dan harapkan. Kita juga dapat menyatakan apapun yang menjadi kekuatiran kita.

Dengan demikian, damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus (Flp. 4:7). Mungkin apa yang kita inginkan tidak langsung kita dapatkan, mungkin keadaan belum seperti yang kita harapkan, mungkin permohonan kita belum dikabulkan, tetapi damai sejahtera Allah lebih dari cukup.

Damai sejahtera Allah akan membuat hati dan pikiran kita damai sejahtera walau apapun yang terjadi. Damai sejahtera Allah akan mengusir segala bentuk kekuatiran dari hati kita. Tak ada yang lebih nyaman dan penting dalam hidup ini selain memiliki hati dan pikiran yang penuh dengan damai sejahtera. Apakah Saudara memiliki kekuatiran saat ini? Berdoalah! Tuhan Yesus pasti menolong.(SRP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?