Di Mana Ada Kekudusan, di Situ Ada Damai Sejahtera

Bacaan:
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. — Lukas 2:11

Tanggal: 20 Desember

Berita tentang kelahiran Sang Juruselamat disampaikan malaikat Tuhan kepada para gembala. Bunyi beritanya adalah: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. (Luk. 2:11)

Berita kelahiran Sang Juruselamat ini tentu para gembala tidak mengerti apa maksudnya? Mereka sempat terkejut dan ketakutan ada terang sorgawi yang menyinari tempat mereka. Tempat tersebut seketika itu juga menjadi tempat yang kudus karena telah menerima terang dan ada damai sejahtera. Para gembala tersebut secara langsung beruntung menerima damai sejahtera dari Allah. Di mana ada kekudusan Allah dinyatakan, maka di situ ada damai sejahtera.

Damai sejahtera tidak dapat dipisahkan dari kebenaran atau kekudusan. Damai sejahtera dan kebenaran selalu berjalan berdampingan. Itu berarti jika tidak ada kebenaran, maka tidak ada damai sejahtera. Hanya jika ada kebenaran atau kekudusan maka ada damai sejahtera. Allah tidak berkenan kepada dosa dan kepada mereka yang gemar berbuat dosa. Dia tidak berkenan kepada mereka yang jahat atau yang berkubang dalam kejahatan.

Allah memilih para gembala menerima damai sejahtera karena Allah berkenan kepada mereka. Para gembala adalah kebanyakan orang yang setia menjaga dan memperhatikan domba-dombanya. Mereka harus mengetahui secara pasti berapa banyak dombanya. Tidak ada satu domba pun luput dari perhatiannya. Bahkan ia rela berkorban melawan hewan buas yang mengancam domba-dombanya.

Karena itu para gembala menyerahkan sepenuhnya kehidupannya dan domba-domba gembalaannya kepada Tuhan. Dia sangat bergantung kepada perlindungan Tuhan agar domba-dombanya dapat selamat.

Apakah Saudara mempunyai damai sejahtera? Saudara tidak akan dapat mengalami damai sejahtera dan tidak akan mengerti arti damai sejahtera sepenuhnya sebelum Saudara belajar untuk hidup berkenan kepada Allah. Damai sejahtera hanya akan Saudara alami setelah Saudara menyerahkan segenap hidup kepada-Nya dan hidup di jalan-Nya.

“Aku gemar mengerjakan kehendak-Mu, ya Allah,” (lihat Ibr. 10:7). Orang seperti ini akan dipenuhi oleh damai sejahtera. Di mana ada kekudusan di situ ada damai sejahtera. Jika Saudara tidak menikmati damai sejahtera, maka itu berarti Saudara masih menyimpan dosa di dalam hati Saudara.

Mari minta pengampunan kepada Kristus agar Kristus menguduskanmu dan memberimu damai sejahtera. Tuhan Yesus memberkati Saudara. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?