Damai Sejahtera bagi Kamu!

Damai Sejahtera bagi Kamu!

Bacaan:
Ketika hari itu sudah malam, yaitu hari pertama dalam minggu itu, dan pintu-pintu tempat para murid berkumpul tertutup, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka serta berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” — Yohanes 20:19

Tanggal: 23 Desember

Ada peristiwa di mana ketika para murid Yesus kehilangan sosok Guru mereka karena mati di kayu salib, mereka takut dan berkumpul di ruang tertutup.

Penyaliban dan kematian Kristus membuat pengikut Yesus ketakutan. Seolah-olah semua harapan menjadi sirna, bahkan kehilangan kedamaian.

Alkitab mencatat, mereka berkumpul dengan pintu rumah yang tertutup, mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Hari-hari yang mereka jalani kini berbeda, ketika Yesus terpisah dengan mereka. Para murid Yesus kehilangan harapan. Dunia tak memberi jaminan. Keterpisahan dengan Yesus membawa kepada kelemahan dan ketidakberdayaan.

Tampaknya peristiwa lebih dari 2.000 tahun yang lalu itu, hampir tidak jauh berbeda dengan kehidupan kita masa kini. Situasi yang tidak menentu, pandemi, sakit yang berkepanjangan, kehilangan orang yang kita kasihi, kejahatan yang terus meningkat, pembunuhan dan bencana alam, terkadang membuat banyak orang ketakutan, bahkan kehilangan harapan.

Tidak terkecuali, orang percaya Kristus pun mengalami hal yang sama. Kita juga melihat gereja tidak lagi menjadi tempat yang damai. Umat saling curiga dan menyalahkan, kehilangan kesehatian dalam tujuan bersama. Bahkan, terkadang Kristus bukan lagi menjadi pusat pemberitaan.

Haruskah kita berkutat dalam kekuatiran dan ketakutan hidup? Tentu tidak. “Damai sejahtera bagi kamu!” Itulah yang diingatkan Yesus kepada para murid-Nya dan juga kepada kita sebagai gereja.

Kristus sudah bangkit, hadir memberi damai sejahtera. Zona kebenaran menjadi tempat perteduhan orang percaya. Jangan lagi kita membenamkan diri pada situasi dunia yang tidak memberi pengharapan. Damai sejahtera sudah diberikan-Nya kepada kita, maka sudah seharusnya Gereja menjadi pembawa damai yang memberi ketenangan dan bukan sebaliknya.

Karena itu, ingatlah perkataan Kristus: “Damai sejahtera bagi kamu!” Kiranya Saudara memiliki damai sejahtera dari Kristus. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?