Hidup Baru dalam Kejujuran

Bacaan: Kisah Para Rasul 5:1-11

Ayat Emas:

Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya. — Amsal 11:11

Tanggal: 31 Januari

“PINOKIO” adalah sebuah dongeng yang sangat terkenal. Dongeng ini berkisah tentang boneka kayu yang hidup, milik seorang tukang kayu  bernama Geppeto. Setiap kali Pinokio berbohong, hidungnya bertambah panjang.

Kisah Pinokia memang hanya sebuah dongeng, tetapi dongeng ini banyak dipakai orang untuk mengajarkan anak-anak agar selalu berkata jujur.  Pada masa para rasul, ada juga kisah tentang orang-orang yang tidak jujur. Mereka adalah sepasang suami istri yang bernama Ananias dan Safira.

Ananias dan Safira menjual sebidang tanah. Dengan setahu istrinya, Ananias menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu, dan sebagaian lain dibawa dan diletakkan di depan kaki rasul-rasul. Ketika Petrus bertanya kepada Safira apakah dengan harga segitu tanah itu dijual, Safira menjawab iya.

Pasangan suami istri ini berkata tidak jujur. Mereka telah berbohong. Akibatnya, mereka rebah ke tanah dan mati (Baca Kis. 5:1-11). Kisah tentang Ananias dan Safira bukan dongeng, tetapi telah sungguh-sungguh terjadi di masa rasul-rasul.

Jika dari dongeng Pinokio anak-anak dari berbagai latar belakang budaya dan agama diajar tentang kejujuran, maka melalui bacaan yang menjadi renungan pada hari ini, kita para pengikut Kristus  diajar untuk selalu berkata jujur.

Tuhan kita adalah Tuhan yang Mahatahu, sehingga tidak ada yang tersembunyi di hadapan-Nya. Ia tahu persis apakah kita jujur atau berdusta. Dengan demikian, sampai kapanpun kita tidak akan pernah dapat membohongi-Nya.

Jadi, segala upaya yang kita lakukan untuk menutupi sesuatu dengan berbohong adalah upaya sia-sia. Selain itu, kebohongan selalu mengandung konsekuensi. Ketika Ananias dan Safira berbohong, maka nyawa mereka yang jadi taruhannya. Pada saat itu juga pasangan suami istri itu mati. Jika kita berbohong, maka pasti akan ada akibatnya.

Konsekuensi dari suatu ketidakjujuran tidak dapat dianggap sepele. Selain itu, ketidakjujuran akan membuat orang akan melakukan ketidakjujuran yang lainnya. Bohong ditutupi dengan bohong. Jika tidak segera bertobat, maka orang yang bersangkutan akan hidup dalam kebohongan.

Walaupun ada orang yang mengatakan ada kebohongan putih (berbohong untuk sesuatu yang baik), berbohong adalah suatu perilaku yang tidak dikehendaki Allah. Dalam Im. 19:11 tertulis:“…….janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya.”

Dari ayat ini jelas terlihat bahwa Allah menghendaki kita untuk berkata jujur.“Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.”, demikianlah tertulis dalam Ams. 11:11.

Walaupun ada konsekuensi tidak enak dari kejujuran, orang jujur pasti diberkati oleh Tuhan. Orang yang hidup baru pasti hidup dalam kejujuran.(SRP)

 

Mari kita berdoa:

Bapa terkasih terima kasih untuk kasih-Mu yang begitu besar kepada kami. Ampunilah kami atas ketidakjujuran kami selama ini. Tolonglah kami ya Bapa agar kami dapat hidup dalam kejujuran. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?