Kasih dan Pengorbanan

Hikmat

Bacaan:
Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! — Roma 12:9

Tanggal: 03 Februari

Allah itu adalah Kasih, Dia tetap ingin menjalin hubungan dengan manusia. Tuhan ingin selalu dekat dengan manusia ciptaan-Nya.

Sejak di taman Eden, Adam dan Hawa dapat menikmati kasih Tuhan, kemuliaan Tuhan, kebaikan Tuhan, dan hadirat Tuhan setiap saat. Itu terus berlangsung sampai suatu kali mereka terbujuk rayuan iblis, sehingga jatuh ke dalam dosa.

Dosa menyebabkan mereka dibuang dari hadirat Tuhan. Manusia jatuh ke dalam kegelapan dan mengalami kematian secara rohani. Kematian secara rohani artinya terpisah dari Allah, Sang Sumber Kehidupan.

Selanjutnya Allah memilih Abraham. Dari keturunan Abraham ini lahirlah suatu bangsa, yaitu: Israel. Israel menjadi bangsa yang menerima anugerah keselamatan dan berkat dari Tuhan.

Seterusnya, kita membaca di Alkitab bahwa umat Israel adalah suatu bangsa besar yang pernah menjadi budak di Mesir. Karena kasih-Nya, Allah melalui Musa membebaskan umat Israel keluar dari perbudakan Mesir.

Sejak saat itu umat Israel dapat menikmati hadirat Tuhan, tetapi dengan cara mereka harus mempersembahkan hewan korban. Itulah sebabnya dari antara suku israel, Allah memerintahkan Musa mengangkat para imam yang bertugas untuk membawa korban dan membakarnya sebagai persembahan kepada Tuhan.

Di sini kita melihat ada 2 hal, yaitu: kasih dan pengorbanan. Dalam hal mengasihi Allah, manusia harus membawa korban. Kalau korbannya hewan, mungkin kita tidak berat melakukannya. Bagaimana seandainya kita mengorbankan orang yang paling kita kasihi. Sebagai contoh, Abraham mempersembahkan Ishak, anaknya yang sangat ia kasihi.

Ada dua hal penting bagaimana kita membawa korban yang berkenan kepada Tuhan, yaitu:

  1. Iman membawa korban yang terbaik bagi Allah. Membawa korban pada Tuhan artinya suatu tindakan untuk memberikan yang terbaik, bernilai, dan sangat berharga kepada Tuhan. Itu akan menyentuh hati Tuhan.
  2. Kasih yang dilakukan untuk berkorban kepada orang lain. Kristus telah memberikan kasih-Nya kepada kita melalui pengurbanan-Nya di kayu salib. Bersediakah Saudara membagikan kasih Kristus kepada sesama?

(BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?