Memberikan yang Terbaik

Bacaan : Kejadian 13:1-18

Ayat Emas:

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. – Matius 7:12

Tanggal: 04 Februari

Kisah yang tertulis dalam bacaan kita hari ini adalah kisah tentang seorang paman dan keponakannya. Ketika Allah memanggil Abram untuk pergi meninggalkan negerinya, ia membawa Lot, keponakannya. Pada waktu itu, Abram sangat kaya. Ia memiliki banyak ternak, perak dan emas. Lot juga memiliki domba dan lembu. Akan tetapi, Tanah Negeb tempat mereka saat itu, tidak cukup luas bagi mereka, sehingga terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot.

Melihat hal tersebut, Abram memutuskan untuk berpisah dari Lot. Abram memberikan kesempatan pertama kepada Lot untuk memilih daerah mana yang ia kehendaki. Ketika Lot melihat bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, maka ia memilih daerah itu. Lot memilih tempat yang ia rasa terbaik.

Karena Abram memberikan kesempatan pertama untuk Lot, maka Lot memiliki kesempatan untuk memilih yang terbaik. Ketika Abram memberi kesempatan kepada pertama kepada Lot, pasti Abram sudah memahami konsekuensinya, yakni kemungkinan besar Lot akan memilih daerah atau kawasan yang terbaik. Dengan demikian, Abram akan mendapat sisanya, yakni yang tidak sebaik tempat yang dipilih oleh Lot.

Relasi Abram dan Lot adalah relasi antara paman dan keponakan. Seandainya Abram terlebih dahulu memilih dan kemudian sisanya diberikan kepada Lot, itu adalah wajar dan kemungkinan Lot tidak keberatan. Akan tetapi, Abram tidak melakukan hal tersebut. Ia memberikan kesempatan pertama untuk memilih kepada Lot, dan dengan berbesar hati Abram menerima sisanya.

Mengapa Abram melakukan hal tersebut? Sudah barang tentu karena Abram sangat mengasihi Lot yang adalah keponakannya. Saat itu Abram belum memiliki anak, jadi bisa jadi ia sudah menganggap Lot seperti puteranya sendiri. Kasih itulah yang membuat Abram mampu melakukan hal tersebut. Sungguh suatu teladan yang luar biasa yang dapat kita pelajari.

Pada umumnya, jika ada kesempatan untuk memilih dan memutuskan sesuatu, orang akan terlebih dahulu mengambil bagiannya. Sudah barang tentu yang ia pilih adalah yang terbaik, baru sisanya ia berikan kepada orang lain.

Melalui apa yang dilakukan oleh Abram kepada Lot, kita dapat belajar untuk memberikan yang terbaik kepada orang lain. Tentu ini bukan perkara mudah. Untuk dapat memberikan yang terbaik kepada orang lain diperlukan hati yang sungguh-sungguh mengasihi. Hanya oleh karena hati yang mengasihi maka kita mampu memberikan kesempatan atau apapun yang terbaik bagi orang lain. Jika kita memiliki hati yang mengasihi, maka kita tidak akan memberikan yang buruk atau sisa-sisa kepada orang lain.

Setelah Abram berpisah dari Lot, datanglah firman TUHAN kepada Abram yang mengatakan bahwa TUHAN akan memberikan seluruh negeri itu kepada Abram. TUHAN juga berjanji bahwa seluruh negeri yang dilihat oleh Abram akan TUHAN berikan kepada keturunan Abram untuk selama-lamanya.

Tidak hanya itu, TUHAN juga berjanji akan menjadikan keturunan Abram seperti debu tanah banyaknya (Kej. 13:14-16). TUHAN pasti sangat tahu hati Abram, sehingga TUHAN berjanji sedemikian rupa kepada Abram. TUHAN pun tahu hati kita.

Jika kita sungguh-sungguh memiliki hati yang mengasihi, sehingga mau dan mampu memberikan yang terbaik kepada orang lain, maka TUHAN pasti akan memberikan berkat-berkat khusus kepada kita. Dalam  Mat. 7:12  tertulis:“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Mari belajar memberi dan melakukan yang terbaik bagi sesama atas dasar kasih! Hati yang mengasihi pasti akan memberikan yang terbaik kepada orang lain. Karena TUHAN sangat mengasihi kita, maka Ia pasti akan memberikan yang terbaik bagi kita.(SRP)

 

Mari kita berdoa :

Bapa terkasih yang sangat mengasihi kami, terima kasih atas kasih-Mu yang sangat besar kepada kami. Ampunilah kami atas kegagalan kami dalam mengasihi selama ini. Bapa, berikanlah kepada kami hati yang mengasihi agar kami mampu memberikan yang terbaik kepada sesama kami. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?