Lakukanlah Segala Pekerjaanmu dalam Kasih!

Kasih Itu

Bacaan:
Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! — 1 Korintus 16:14

Tanggal: 11 Februari

Pernahkah Saudara memperhatikan petugas pemungut sampah memungut sampah dengan kasih dalam pekerjaannya? Ya, saya pernah memperhatikan hal tersebut. Petugas pemungut sampah kami yang lama melakukan tugasnya dengan baik dan rapih. Tidak ada sampah yang tercecer sekecil apapun sampah itu. Bahkan bekas sebungkus permen pun kalau tercecer pasti ia pungut kembali. Mengapa? Karena ia memang bekerja dengan kasih.

Mungkin bagi kita, ya tidak apa-apa, cuma sebungkus permen koq,mengapa kita harus repot-repot memungutnya kembali? Toh tidak ada pengaruhnya yang signifikan. Kalau kita berpikir seperti itu tandanya bahwa kita bekerja tidak dengan kasih. Kita bekerja hanya berdasarkan SOP (Standar Operasional dan Prosedur) tanpa pernah berpikir bahwa sampah sebungkus permen pun dapat menimbulkan masalah besar. Masak sih?

Ya bisa saja menimbulkan masalah besar kalau sampah sebungkus permen itu diterbangkan angin dan masuk selokan. Di selokan ia tertahan atau tersangkut. Kalau makin banyak sampah bungkus permen tersebut, maka selokannya jadi mampet dan dapat menyebabkan banjir.

Kita kadangkala abai memperhatikan hal-hal kecil seperti ini, sehingga kita melakukan sesuatu tidak dengan kasih. Ini berarti bahwa kita mengerjakan sesuatu tidak dari dalam hati nurani kita.

Renungan kita hari ini (1 Kor. 16:14), Rasul Paulus menasihati kita: “Lakukan segalanya dengan kasih!” Melalui nasihat rasuli tersebut, kita sebagai anak-anak Allah harus hidup dengan penuh kasih. Ini merupakan kalimat perintah.

Kita perhatikan baik-baik bahwa kasih harus timbul dari dalam hati. Kasih sejati hanya bisa timbul ketika menyadari betapa Kristus sudah terlebih dahulu mengasihi kita. Alkitab pernah bersabda bahwa kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Bahkan Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Karena itu, sebagai orang percaya, kita seharusnya menjadi kasih bagi orang lain dan hidup saling mengasihi.

Ketika hati kita penuh dengan kasih Allah maka apapun yang kita lakukan pasti penuh damai dan sukacita. Apapun yang kita kerjakan baik tentang waktu, tenaga, harta, kepintaran, jabatan, pekerjaan, kemampuan, dan pelayanan, kita menjadi berkat bagi orang lain, sehingga kasih Kristus bisa terus mengalir deras. Kita menjadi saluran kasih-Nya bagi sesama melalui hidup kita. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?