Kasih Kristus Adalah Dasar Hidup Suami-Istri

Keluarga Kristen, Dengarkanlah Nasihat

Bacaan: Efesus 5:22-33

Ayat Emas:
Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan. Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya. — Efesus 5:22 dan 25

Tanggal: 15 Februari

Jumlah kasus perceraian di Indonesia terus meningkat. Sebuah media menuliskan bahwa menurut laporan Statistik Indonesia, pada 2021 jumlah kasus perceraian di Indonesia mencapai 447.743 kasus. Jumlah ini meningkat sebesar 53,50% jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang mencapai 291.677 kasus (https://epaper.mediaindonesia.com/detail/angka-perceraian-di-indonesia-terus-meningkat).

Penyebab terjadinya perceraian bermacam-macam, antara lain ketidaksetiaan, pasangan suami-istri tidak lagi merasa cocok satu sama lain, sehingga sering terjadi pertengkaran yang sangat serius dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Selain perceraian, ada sangat banyak rumah tangga yang mengalami penurunan kualitas. Pasangan suami-istri tidak bercerai, tetap tinggal serumah, tetapi mereka tidak lagi hidup sebagaimana mestinya pasangan suami-istri. Kondisi ini tentu sangat tidak sehat bahkan berbahaya, bukan saja bagi pasangan tersebut tetapi juga bagi anak-anak mereka. Saat ini, banyak anak mengalami masalah mental dan perilaku yang serius, sehingga harus ditangani dengan serius karena kondisi keluarganya yang tidak harmonis.

Bagaimana pun, pasangan suami-istri adalah dua orang yang berbeda dalam segala hal. Dengan demikian, pasangan suami-istri harus mau untuk terus-menerus diproses dalam hal penerimaan pasangan dan penyesuaian diri antara satu sama lain. Proses ini tidak mudah dan belum tentu sebentar. Bisa jadi membutuhkan proses yang sangat lama bahkan seumur hidup. Oleh karena itu, hubungan suami-istri harus diletakkan pada dasar yang benar-benar kuat.

Ef. 5:22-23 oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) diberi judul perikop “Kasih Kristus Adalah Dasar Hidup Suami-Istri”. Dalam perikop ini tertulis dengan jelas langkah-langkah apa yang seharusnya dilakukan oleh pasangan suami-istri. Apabila pasangan suami-istri mematuhi hal ini, maka hubungan mereka akan tetap kokoh dan sehat walau apapun yang terjadi. Mereka tak akan dapat dipisahkan oleh siapapun. Hanya maut yang dapat memisahkan mereka.

“Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan. Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.” Demikianlah tertulis dalam Ef. 5:22 dan 25. Dengan berbagai alasan, bisa saja hal ini tidak mudah dilakukan. Akan tetapi, apabila pasangan suami-istri benar-benar mau menjadikan kasih Kristus sebagai dasar hidup mereka, maka mereka pasti akan dapat menciptakan rumah tangga yang harmonis, yang seturut dengan kehendak Allah.(SRP)

 

Mari Kita Berdoa:

Bapa di sorga, terima kasih atas pasangan yang Tuhan berikan kepada kami. Ampuni kami atas kegagalan kami menjadi pasangan yang baik bagi pasangan kami. Mampukan kami ya Bapa untuk dapat saling mengasihi dan saling menghormati seperti yang Tuhan inginkan. Dalam tangan kasih-Mu kami menyerahkan rumah tangga kami. Dalam nama Tuhan Yesus Krsitus kami berdoa. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?