Pelayanan Membutuhkan Pengorbanan

Bacaan:
Karena itu aku suka mengorbankan milikku, bahkan mengorbankan diriku untuk kamu. — 2 Korintus 12:15

Tanggal: 17 Maret

Cukup banyak orang terjun ke pelayanan, tetapi mereka berat untuk berkorban. Berkorban bisa apa saja seperti berkorban materi, tenaga, jasa, dan waktu.

Mereka yang terjun ke pelayanan sekadar mengisi waktu, ikut-ikutan, dan bahkan ada paksaan. Kalau aktivitas pelayanan itu membutuhkan waktu, tenaga, jasa, atau materi mereka, terkadang mereka berusaha mencari alasan untuk tidak berkorban.

Seringkali kita mendengar perkataan: Pelayanan itu adalah panggilan Tuhan. Tuhan memanggil kita untuk terjun dalam suatu pelayanan karena Tuhan berharap kita menjadi mitra-Nya.

Kalau demikian, kita beranggapan bahwa Tuhanlah yang membutuhkan kita. Sesungguhnya tidak demikian. Tuhan menawarkan kita terjun ke dalam pelayanan karena Dia ingin kita merasakan bahwa kasih itu menjadi jiwa pelayanan.

Mengapa demikian? Ya karena kita dapat meresapi kasih-Nya dengan cara kita melayani dengan kasih. Kita menjadi native love (fasih akan kasih). Melayani dengan kasih itu membutuhkan pengorbanan. Kita mengasihi sesama karena Tuhan terlebih dahulu mengasihi kita, sehingga kita menjadi saluran kasih-Nya. Bersamaan dengan itu, kita berkorban untuk sesama dalam pelayanan karena Tuhan Yesus sudah terlebih dahulu mengorbankan diri-Nya agar kita beroleh keselamatan dan hidup kekal.

Jadi jika kita melayani tanpa pengorbanan sama saja kita tidak berkenan mengasihi sesama kita.

Renungan kita hari ini memperlihatkan refleksi iman Rasul Paulus dalam melakukan pelayanannya. Ia rela berkorban dan membayar harga yang sangat besar demi keberhasilan pelayanan dan kemajuan Injil. Tantangan, hambatan, gangguan dan kesulitan datang silih berganti, tetapi tidak memudarkan Paulus bersemangat dalam pelayanannya.

Sekalipun, ia mengalami penderitaan tubuh, mental dan rohani, tetapi ia tetap maju. Paulus tetap setia demi kemajuan Injil. Dalam segala keadaan, ia menjunjung kemuliaan Tuhan. Ia tidak kecewa, tidak mudah berputus asa, tidak mengasihi diri, tetapi semakin semangat karena dipilih sebagai pelayan Allah, sehingga bisa melakukan yang terbaik bagi-Nya. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?