Pengorbanan Seorang Anak

Bacaan: Yohanes 6:1-15

Ayat Emas:
Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah. — Ibrani 13:16

Tanggal: 22 Maret

Cerita tentang Yesus memberikan makan lima ribu orang laki-laki belum termasuk perempuan dan anak-anak adalah salah satu cerita Alkitab yang sangat terkenal. Ini menjadi cerita spektakuler karena Yesus memberi ribuan orang makan hanya dengan lima roti jelai dan dua ekor ikan. Malah, masih ada sisa sebanyak 12 bakul.

Meskipun demikian, ada peran besar seorang anak dalam peristiwa itu. Kelima roti jelai dan kedua ekor ikan tersebut ternyata milik seorang anak yang ada dalam rombongan itu. Anak adalah individu yang sedang berkembang dalam segala aspek, sehingga belum terlalu mampu menahan rasa lapar. Waktu itu sudah menjelang malam (Mat. 14:15; Mrk. 6:35 dan Luk. 9:12). Jadi, kemungkinan besar, selain merasa lelah orang banyak itu juga sudah lapar, tak terkecuali anak tersebut. Akan tetapi, anak tersebut rela menyerahkan roti dan ikan miliknya ketika murid-murid Yesus memintanya.

Anak itu rela berkorban. Ia ada dalam rombongan besar itu, jadi besar kemungkinan ia pun sudah mendengar pengajaran Yesus dan berbagai mujizat yang Yesus kerjakan. Hal tersebut membuatnya percaya kepada Yesus, sehingga ia berani berkorban menyerahkan semua makanan yang ia miliki saat itu.

Pengorbanannya tidak sia-sia. Setelah Yesus mengucap syukur dan mengucap berkat, makanan tersebut, yang hanya lima ketul roti jelai dan dua ekor ikan, cukup untuk memberi makan lima ribu orang laki-laki, ditambah dengan perempuan dan anak-anak yang sedang lapar. Anak itu sudah menjadi berkat untuk banyak sekali orang.

Mari belajar dari pengorbanan anak tersebut! Ternyata, jika kita mau mendengarkan baik-baik apa yang Yesus ajarkan, percaya dengan apa yang Ia katakan serta taat pada perintahkan-Nya, maka berkorban bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Jika kita mau berkorban dengan rela hati seperti anak itu, maka Ia akan memakai hidup kita untuk menjadi berkat bagi orang lain. Sejalan dengan itu, nama Tuhan dipermuliakan melalui diri kita.(SRP)

Mari Kita Berdoa:

Bapa di Sorga, kami bersyukur kepada-Mu atas semua berkat yang Tuhan berikan kepada kami. Ampunilah kami ya Bapa karena selama ini kami tidak mau berbagi berkat itu kepada orang lain. Ajarilah dan mampukanlah kami Bapa untuk rela berkorban sehingga kami dapat menjadi berkat bagi orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?