Bangkit untuk Menjadi Kuat

Bacaan:
Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana. — Amsal 24:16

Tanggal: 04 Maret

Hidup ini memang sulit dan penuh tantangan. Kita sebagai orang Kristen harus berjuang menghadapi hidup dan jangan berharap mengikuti jalan pintas atau instan. Sesulit apapun, hidup ini harus dijalani. Walaupun harus jatuh-bangun, tidak mengapa, tidak perlu kecil hati. Semuanya itu merupakan dinamika hidup yang sering dialami banyak orang.

Kita sebagai orang percaya kepada Kristus harus memahami dinamika hidup. Tidak ada jaminan orang yang hidupnya benar di mata Tuhan akan senantiasa sukses. Orang benar dapat juga mengalami kejatuhan (kegagalan) seperti orang lain pada umumnya. Bahkan bukan hanya satu kali, tetapi bisa berkali-kali.

Tidak menjadi masalah berapa kali kita jatuhnya, tetapi yang terutama bagaimana kita harus bangkit setiap kali jatuh.

Kejatuhan/kegagalan bisa terjadi karena kesalahan dan kelalaian kita sendiri, tetapi juga bisa terjadi karena kejahatan orang lain atau karena musibah. Apapun sumber penyebabnya, firman Tuhan mengajarkan agar kita bangkit dan tetap kuat.

Pada renungan kita ini, salah satu kata kuncinya adalah “bangun kembali”. Terjemahan dalam bahasa Inggris lebih tepatnya adalah to arise, become powerful (muncul menjadi kuat). Jadi, saat kita jatuh, kita harus bangkit dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Perhatikan pada pertandingan tinju. Seorang petinju bisa jatuh (knock down). Ketika ia bisa bangkit kembali, maka ia diperbolehkan melanjutkan pertandingan. Sebaliknya, jika ia jatuh tergeletak tidak bisa bangkit lagi (KO atau knock out), maka ia kalah.

Ketika orang benar jatuh, ia tidak jatuh sampai tergeletak! Artinya ia masih bisa bangkit untuk melanjutkan pertandingan. Mengapa? Sebab Tuhan yang menopang tangannya. Inilah kunci mengapa kita harus bangkit dari kejatuhan/kegagalan.

Ada pepatah terkenal: “Keberhasilan terbesar bukanlah karena tidak pernah gagal, tetapi bagaimana bisa bangkit setiap kali mengalami kegagalan.”

Kebanyakan orang menjadi patah semangat, menyerah, mengasihani diri, cengeng, dan menyalahkan orang lain. Sebagai anak Tuhan, kita harus berani bangkit dan tetap kuat. Jangan fokus dengan rasa sakitnya, tetapi fokuslah memandang Tuhan yang siap menopang Saudara. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?