Kebangkitan Kristus Wujud Kasih Tuhan kepada Manusia

Kasih Kristus

Bacaan:
Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat. — Matius 4:17

Tanggal: 18 April

Saudara-saudara, mengapa Allah Bapa harus mengutus Anak-Nya turun atau lahir ke dunia menjadi manusia? Mengapa Anak-Nya harus merendahkan diri-Nya sejajar dengan manusia? Bahkan Dia pun harus merasakan apa yang manusia rasakan.

Yesus, Anak-Nya, harus merasakan lapar, haus, tersakiti hati-Nya dan marah karena Rumah Bapa-Nya dijadikan sarang penyamun, teraniaya dan tersiksa secara fisik dalam memikul salib-Nya, dan yang paling menyakitkan bagi-Nya adalah memikul seluruh dosa dunia dan manusia melalui kematian.

Tragis sungguh tragis apa yang Yesus alami dalam hidup-Nya. Sejak dalam kandungan perawan Maria, Dia diincar untuk dibunuh oleh Herodes. Menjelang jalan salib-Nya, Dia sungguh bergumul sendiri membayangkan apa yang akan Dia hadapi, yaitu: kematian.

Sosok yang memiliki keilahian tentu berat harus mati. Konsekuensinya masuk dalam kegelapan yang pekat dan Bapa-Nya meninggalkan-Nya. Mengapa? Karena Terang dari Bapa-Nya tidak bisa bersatu dengan kegelapan (baca: dosa). Yesus makin menjauh dari Terang Bapa-Nya menuju kegelapan kematian tempat orang berdosa. Yesus menerima ketenggelamannya ke dalam kegelapan kematian.

Namun demikian, karena Bapa-Nya mengasihi-Nya, pada hari ketiga Bapa-Nya membangkitkan-Nya dari kegelapan kematian. Dia bangkit menjadi cahaya Ilahi yang menerangi dunia. Kegelapan kematian dalam dosa telah Dia kalahkan. Dia menang dan bangkit seperti cahaya matahari yang tidak mampu kita tatap. Cahaya Kristus sudah menebus kegelapan kematian dalam dosa manusia. Karena itu, kebangkitan Kristus adalah wujud kasih Tuhan kepada manusia dan dunia ini.

Kita juga teringat nasihat Yohanes Pembaptis yang berseru-seru di padang gurun: Bertobatlah engkau karena Kerajaan Allah sudah dekat (Mat. 4:17).

Saudara, kita patut bersyukur karena Kristus sudah mati masuk ke dalam kegelapan dosa dan Allah Bapa membangkitkan-Nya dari kematian dengan Terang Hidup yang baru. Satu-satu cara kita memperoleh keselamatan adalah dengan percaya dan menerima Yesus sebagai Kristus (Juruselamat) dan Tuhan serta bertobat.

Kiranya Tuhan menyertai Saudara. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?