Kebangkitan Kristus Menuntun Kita pada Era Kasih Karunia

Bacaan:
Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” — Matius 4:17

Tanggal: 27 April

Era sebelum kedatangan Kristus ke dunia ini kita bisa katakan adalah era para nabi dengan fokus pada Hukum Taurat. Pada era Hukum Taurat ini begitu banyak aturan yang seolah-olah mengungkung manusia berada dalam wilayah kekudusan Allah. Manusia tidak akan mampu memenuhi secara sempurna taat dan setia pada Hukum Taurat.

Kehadiran Yesus di dunia ini banyak meluruskan Hukum Taurat tersebut. Di depan publik, khususnya di depan bangsa Israel, Yesus berani mendobrak aturan Hukum Taurat tersebut yang notabene mengekang mereka.

Hal seperti ini tentu mendapat perlawanan dari para ahli Hukum Taurat, para imam, kaum Saduki, dan kaum Farisi. Mereka ini seolah-olah terpenjarakan oleh Hukum Taurat. Yesus mencoba untuk membongkar hal tersebut dan tidak bermaksud menghilangkan satu noktah (titik) pun yang tertulis dalam Hukum Taurat. Niat Yesus adalah membebaskan mereka dari belunggu aturan-aturan Hukum Taurat yang mereka buat sendiri.

Era Kasih Karunia

Akibat pengajaran Yesus yang radikal (dalam pengertian positif), Dia didakwa menghujat Allah karena Yesus berani mengatakan bahwa Dia adalah Anak Allah. Selain itu, mengenai Sabat juga menjadi percakapan yang seru antara Yesus dan para penganut legalitas Taurat tersebut.

Yesus berani menghadapi mereka, sehingga berujung pada kematian-Nya di kayu salib. Kebenaran berpihak pada Yesus, sehingga Allah membangkitkan-Nya dari kematian. Kebangkitan Yesus tentu menggegerkan semua orang, tidak hanya para murid-Nya, tetapi juga orang-orang yang menentang-Nya.

Kebangkitan Yesus mengantar kita pada Era Kasih Karunia dan mengakhiri Era Hukum Taurat. Dia menyampaikan jalan untuk “Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat” (Mat. 4:17).

Yesus mengadakan banyak mukjizat, seperti menyembuhkan orang sakit, mengusir roh-roh jahat, membuat orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan sebagainya. Manusia, khususnya bangsa Israel, menikmati kasih karunia berlimpah yang datang dari Tuhan.

Ketika itu mereka tidak tahu tentang pekerjaan Tuhan dan tidak memiliki pemahaman sejati bahwa Yesus adalah inkarnasi Tuhan. Pada saat Yesus mati di kayu salib, mereka sama sekali tidak sadar bahwa ini menandakan Tuhan telah mengakhiri pekerjaan penebusan dosa umat manusia. Tandanya adalah tirai yang memisahkan ruang mahakudus di Bait Allah terbelah dua dari atas ke bawah. Artinya manusia tidak perlu lagi memberikan korban bakaran untuk penebusan dosa dan pendamaian dengan Allah. Semuanya itu sudah selesai Yesus lakukan di kayu salib.

Setelah kebangkitan-Nya, Dia menampakkan diri dan berbicara pertama-tama kepada para murid-Nya, berhubungan secara nyata dengan mereka dan memampukan mereka untuk melihat bahwa Dia sudah benar-benar bangkit dari kematian. Yesus telah menyelesaikan pekerjaan-Nya untuk menebus dosa umat manusia dan telah mengawali zaman baru. Sesudah itu, umat manusia masuk ke dalam era baru — Era Kasih Karunia. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?