Bangkit dari Kepahitan

Bacaan: Rut 1:1-22

Ayat Emas:
Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. — Mazmur 121:1-2

Tanggal: 28 April

Pada zaman para hakim memerintah, terjadilah kelaparan di tanah Israel. Naomi beserta kedua anaknya laki-laki dibawa oleh suaminya, Elimelekh, pergi ke Moab dan menetap di sana. Kedua anak Naomi mengambil perempuan-perempuan Moab sebagai istri mereka. Singkat cerita, matilah suami dan kedua anak Naomi. Kini tinggallah Naomi dengan kedua menantunya.

Pada umumnya, orang pergi merantau meninggalkan kampung halamannya untuk memperbaiki atau meningkatkan penghidupan, atau meraih cita-cita. Demikian jugalah halnya dengan Naomi. Ia mau dibawa pergi oleh suaminya bersama kedua anak mereka karena punya pengharapan bahwa kelak di Moab keadaan mereka membaik.

Sebaliknya apa yang terjadi? Naomi mengalami kegagalan di tanah perantauan dan memutuskan kembali ke kampung halamannya, tanah Yehuda. Itulah sebabnya, ketika ia tiba di Betlehem dan perempuan-perempuan di sana berkata:“Naomikah itu?”, Naomi menjawab mereka:“Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.”

Apa yang dirasakan dan dikatakan oleh Naomi dapat dipahami. Maksud hati pergi merantau untuk memperbaiki hidup, yang terjadi malah kehilangan suami dan anak-anak. Sesuatu yang sangat pahit memang.

Terpujilah Tuhan Yang Mahabaik. Ia memberikan pertolongan kepada Naomi. Rut, menantunya yang berhati mulia itu dipakai oleh Allah untuk menolong dan menjadi berkat bagi Naomi. Bahkan, melalui perkawinan Rut dengan Boas, Naomi memperoleh cucu. Naomi sangat mengasihi Rut. Kasih Rut kepada Naomi dapat dilihat orang-orang dengan sangat jelas.“….perempuan-perempuan itu berkata kepada Naomi: “Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau  pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyurlah kiranya nama anak itu di Israel. Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah memutih, sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki.” – (Rut 4:14-15).

Sama halnya dengan Naomi, setiap kita bisa saja mengalami hal-hal tertentu yang membuat hidup kita rasanya sangat pahit. Mungkin itu pengkhianatan, ditinggal mati oleh orang terkasih, dan lain sebagainya. Mari berseru kepada Tuhan! Ia pasti akan menolong dan membangkitkan kita dari kepahitan.(SRP) 

Mari Kita Berdoa:

Bapa yang baik, terima kasih atas pertolongan-Mu sehingga kami dapat bangkit dari semua kepahitan yang kami alami. Ajarlah kami untuk selalu taat dan setia kepada-Mu. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?