Didik dan Ajarlah Anak dalam Tuhan

Keluarga Kristen, Dengarkanlah Nasihat

Bacaan:
Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya. — Amsal 10:1

Tanggal: 02 Mei

Semua orangtua ketika mempunyai anak(-anak) pasti mendambakan anak(-anak)nya tumbuh dalam kebenaran firman Tuhan dan berhikmat. Walaupun kebanyakan orangtua lebih berharap anak(-anak)nya kelak dapat menjadi orang sukses, tetapi orangtua dalam Tuhan berharap seperti yang pertama di atas.

Orangtua boleh saja sungguh berharap anak(-anak)nya sukses, tetapi kesuksesan yang tidak sejalan dengan firman Tuhan tidak berguna. Karena itu, dambaan kesuksesan itu akan menjadi sia-sia jika tidak ada peran dan tanggungjawab orangtua untuk mendidik dan mengajar anak(-anak)nya dalam Tuhan.

Karena itu, orangtua harus mendidik dan mengajar anak(-anak)nya agar mereka tumbuh dan hidup sebagai orang yang bijak, sehingga mendatangkan sukacita bagi orangtua, gereja, dan masyarakat. Alih-alih, mereka akan menjadi orang bebal yang mendukakan orangtua, gereja, dan masyarakat.

Anak-anak yang bijak akan berusaha mendapatkan sesuatu dengan cara yang benar, sehingga berguna bagi kehidupannya dan menyenangkan keluarga serta memuliakan Tuhan.

Ada ungkapan, keluarga adalah basis atau tempat awal mulanya pendidikan. Ada juga pandangan bahwa sikap dan kepribadian seorang anak mencerminkan kehidupan keluarganya.

Jadi peganglah Amsal pada renungan ini, sehingga kelak anak(-anak) kita berguna bagi Tuhan dan berguna bagi sesama. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?