Keluarga Adalah Tempat Mendidik Anak dalam Tuhan

Bacaan:
Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang Kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. — Ulangan 6:5-7

Tanggal: 09 Mei

Keluarga adalah lembaga atau unit masyarakat terkecil dan berperan penting bagi pertumbuhan generasi bangsa. Di dalam keluarga terbangun suatu persekutuan karib yang terikat hubungan darah, yaitu: ayah, ibu, dan anak.

Selain itu, keluarga juga menjadi tempat terutama dan terpenting dalam menanamkan dan mendidik nilai-nilai moral dan religiositas. Karena itu, keluarga berperan positif mengembangkan dan memraktekkan nilai-nilai tersebut secara terus-menerus dari hari ke hari. Jadi keluarga merupakan faktor penentu karakter dan iman anak.

Seringkali orangtua cukup banyak memanjakan anaknya dengan materi atau memenuhi kebutuhan jasmaninya. Mereka berusaha semampu mungkin mengeluarkan dana besar demi memberi pendidikan intelektual kepada anaknya. Kalau perlu, mereka menyekolahkan anaknya sampai ke luar negeri. Sayangnya, ada beberapa orangtua lupa memberikan pendidikan rohani kepada anak(-anak)nya.

TUHAN berpesan dalam renungan ini: “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang Kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” (Ul. 6:5-7)

Dalam pesan tersebut, Tuhan menghendaki orangtua untuk memberikan pelajaran kepada anak(-anak)nya mengenai nilai kebenaran firman Tuhan secara berulang-ulang. Jadi orangtua harus membekali iman anak-anak sejak dini supaya mereka tumbuh menjadi pribadi yang takut akan Tuhan.

Rasul Paulus mengingatkannya: “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2 Tim. 3:16)

Keluarga memang adalah tempat untuk mendidik anak(-anak) kita dalam Tuhan. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?