Kisah Salah Asuhan di Alkitab Ternyata Ada

Bacaan:
Mengapa engkau memandang dengan loba kepada korban sembelihan-Ku dan korban sajian-Ku, yang telah Kuperintahkan, dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan dirimu dengan bagian yang terbaik dari setiap korban sajian umat-Ku Israel? — 1 Samuel 2:29

Tanggal: 13 Mei

Mungkin kita pernah membaca novel lawas berjudul: Salah Asuhan, karya Abdoel Moeis. Novel tersebut menceritakan Hanafi yang mendapat pengasuhan dari keluarga Belanda dalam lingkungan elit. Sementara, Hanafi sendiri adalah seorang pribumi yang beruntung dapat bersekolah di Sekolah Belanda. Karena pengaruh lingkungan elit, Hanafi menjadi lupa diri dan sombong.

Walaupun novel Salah Asuhan  di atas bersifat fiktif, tetapi di Alkitab ada kisah nyata yang menceritakan anak-anak Imam Eli, Hofni dan Pinehas. Eli tidak menghajar kedua anaknya ketika mereka melanggar aturan persembahan bakaran yang TUHAN sudah tetapkan. Akibatnya Imam Eli dan kedua anaknya menerima hukuman setimpal atas perbuatan mereka. Padahal TUHAN sudah mengingatkan Imam Eli agar anak-anaknya tidak berbuat dosa yang tidak berkenan kepada TUHAN.

Kita melihat bahwa Imam Eli salah mengasuh kedua anaknya tersebut. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata mengasuh itu bermakna menjaga (merawat dan mendidik anak). Selain itu, mengasuh juga berarti membimbing (membantu, melatih, dan sebagainya) supaya anak menjadi mandiri.

Jadi Saudara, pesan kisah Salah Asuhan dalam Alkitab ini menegaskan kepada kita agar tidak menganggap remeh apa yang sudah TUHAN perintahkan kepada kita. Kita patut mengindahkan firman Tuhan dalam kehidupan kita dan memberi contoh yang benar kepada anak-anak kita. Kiranya Tuhan memberkati Saudara. (BTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?