TUGAS ESTAFET MEMBAWA TONGKAT ESTAFET

Oleh: Pdt. Marihot Siahaan

Ayat renungan kita adalah: Kisah Para Rasul 1: 6 – 11

Topik Renungan kita adalah: TUGAS ESTAFET MEMBAWA TONGKAT ESTAFET

Dengan ayat emas:  “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”(Kisah 1: 8)

Bapak, Ibu dan Saudara terkasih, kita baru saja memperingati Kenaikan Yesus Kristus. Selamat hari Kenaikan dan Kemuliaan Kritus bagi kita semua…! Hari Kenaikan mestinya dirayakan juga sebagaimana biasanya Natal dan Paskah dirayakan. Karena Natal, Paskah dan Kenaikan adalah merupakan satu garis yang tidak terpisahkan dan semuanya merupakan momen penting dan memiliki makna penting.

Dalam Natal, kelahiranNya, Kristus turun ke bumi didorong oleh kasih-Nya yang besar dan rela menerima kehinaan hingga mati kayu salib. Dalam Paskah, kebangkitanNya, Kristus menang mengalahkan maut dan Iblis. Dan dalam KenaikanNya, Kristus menyempurnakan dan mengakhiri tugasNya di dunia. Ia naik ke sorga dimampukan oleh kuasa-Nya yang besar dan duduk di tahta kemuliakan.

Dari itu sepatutnyalah semua orang beriman bersemangat, gembira dan ceria atas kebangkitanNya, layaknya mahasiswa doctoral yang baru saja diwisuda. Semua itu karena rasa syukur atas karya Kristus selama di dunia ini telah sempurna.

Dan dalam sukacita kenaikan itu, kita diberi-Nya tugas estafet membawa tongkat estafet. Apakah tugas itu? Jawabnya, menjadi saksi Kristus. “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”(Kisah 1: 8) Demikian pernyataan Yesus kepada murid – muridNya sebelum Ia terangkat ke sorga. Pernyataan itu mengandung perintah dan janji.

Menjadi saksi Kristus berarti menjadi saksi atas karya, kehendak, dan keinginanNya. Keinginan Yesus adalah supaya kehendak Allah di sorga menjadi nyata terjadi di bumi, dan seluruh manusia percaya kepadaNya yang adalah anak Allah dan memperoleh keselamatan. Jadi tugas kita sebagai pembawa tongkat estafet adalah memberitakan Injil sampai ke ujung bumi. Hal ini searah dengan Amanat Agung Tuhan Yesus sebagai mana tertulis pada Matius, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28: 19 – 30).

Tugas Pemberitaan Injil pada hakekatnya tidak dapat dipisahkan dengan tugas mengumpulkan, mempersatukan dan pempersekutukan. Di dalam memberitakan Injil keselamatan, kita serta merta membangun tubuh Kristus, yaitu persukutuan orang – orang yang percaya dan diselamatkan. Hal ini sangat jelas di dalam doa Yesus pada kitab Yohanes, “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”(Yohanes 17: 20 – 21).

Keselamatan dan kesatuan tidak terpisahkan. Itu berarti pula bahwa kebutuhan keselamatan dan kebutuhan persekutuan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Hidup dalam keselamatan dan persekutuan yang indah juga dicerminkan oleh cara hidup jemaat mula – mula (Kisah 4: 32 – 37) Jemaat mula – mula itu hidup dalam persekutuan yang akrab. Mereka bersaksi tentang karya Kristus. Mereka juga saling berbagi.

Bapak, Ibu yang terkasih, sebagai Gereja Batak kita juga bertugas membangun persekutuan yang kuat dan besar, memberitakan Injil  sampai ke ujung bumi dan menolong sesama yang membutuhkan pertolongan. Dengan memakai istilah gerejawi, kita mempunya Tri Tugas Panggilan Gereja, yaitu Koinonia, Marturia dan Diakonia. Tri Tugas ini harus senantiasa disegarkan, dikuatkan dan dikembangkan, sehingga semakin banyak orang menjadi percaya dan kesatuan Gereja di Tanah Batak dan di dunia semakin kuat. Dan jika Tri Tugas ini benar – benar dilakukan, niscaya Gereja – gereja akan berkembang dan berbuah. Amin. (MS)

Marilah kita berdoa:

Ya Tuhan  Yesus, yang telah naik ke sorga dan dimuliakan, tuntunlah kami senantiasa di dunia dengan RohMu yang Kudus, supaya mampu malakukan Allah tugas pangilanMu di gereja na dunia ini. Amin

One thought on “TUGAS ESTAFET MEMBAWA TONGKAT ESTAFET

  1. Tertarik untuk berdiskusi. Saya orang tua dg anak berkebutuhan khusus (disabilitas intelektual ringan) lokasi di solo sedang mencari guru pendamping.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?