JAGA JARAK AMAN

Bagikan:

Bacaan: Mazmur 1:1-6

“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” – 1 Korintus 15:33

Pernahkah Anda memerhatikan tulisan “Jaga Jarak Aman” di kendaraan bermotor saat di jalan raya? Ada cukup banyak kendaraan, terutama truk dan mobil yang digunakan untuk belajar menyetir, yang mencantumkan tulisan “Jaga Jarak Aman” di bagian belakang kendaraan.  Tulisan tersebut bukan sekedar tulisan untuk pemanis kendaraan, tetapi peringatan agar setiap orang atau kendaraan yang berada di belakang mobil atau truk dengan tulisan tersebut berhati-hati. Sebetulnya, tulisan “Jaga Jarak Aman” bukan sekedar aturan, tetapi perlindungan. Tujuannya adalah  agar siapa pun yang berada di belakang tidak tertabrak dan celaka ketika mobil atau truk tersebut berhenti secara tiba-tiba.

Begitu juga dalam kehidupan rohani. Kita perlu menjaga jarak aman dari hal-hal yang bisa membuat kita tergelincir dalam dosa, termasuk pergaulan. Pemazmur berkata: “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.” (Mazmur 1:1) Kepada jemaat di Korintus Rasul Paulus berkata: “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Korintus 15:33) Artinya, kita perlu berhati-hati dengan siapa kita bergaul dan pengaruh apa yang kita izinkan masuk ke dalam diri kita.

Menjaga jarak dari hal yang salah juga berarti berupaya agar selalu dekat dengan Tuhan. Orang yang suka merenungkan firman Tuhan siang dan malam ibarat pohon yang tumbuh di tepi sungai. Ia  segar, kuat, dan berbuah. Dalam hidup keseharian, ia memilih untuk terlebih dahulu membaca firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab sebelum membuka media sosial, atau berdoa sebelum mengambil keputusan penting. Hubungannya dengan Tuhan menjadi prioritas utamanya. Semakin sering kita mendekatkan diri kepada Tuhan, semakin kuat akar iman kita, dan kita tidak mudah goyah oleh tekanan dunia.

Dunia ini penuh dengan “kendaraan” yang melaju dengan sangat cepat. Godaan, kesenangan, dan pengaruh buruk pergaulan dan media sosial bisa menabrak iman kita kapan saja. Karena itu, penting bagi kita untuk tetap menjaga jarak aman dari dari apa pun dan siapa pun yang dapat membuat kita jatuh dalam dosa, dan senantiasa merapatkan diri kepada Tuhan. Saat kita hidup berpegang pada firman Tuhan, hidup kita akan kokoh, segar, berbuah, dan membawa damai bagi diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Dengan demikian, hidup kita juga membawa kemuliaan bagi nama-Nya. Mari, Jaga Jarak Aman.  (SRP)