Bacaan: Mazmur 92:13-15
“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.” (2 Korintus 4:16)
Positive Aging (penuaan positif) adalah cara pandang dan gaya hidup yang menekankan proses menua secara sehat, bermakna, dan penuh syukur. Jadi, bukan sekadar bertambah usia secara biologis. Positive aging berarti menerima proses penuaan dengan sikap optimis dan aktif, sambil senantiasa menjaga kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual. Orang yang menua secara positif tidak berfokus pada kehilangan kekuatan tubuh atau peran sosial, melainkan fokus pada potensi, pengalaman, dan kontribusi yang masih bisa diberikan. Seseorang menjalani penuaan dengan positif dapat menerima perubahan diri dengan lapang hati, seperti: rambut memutih, tubuh melemah, peran sosial bergeser.
Dalam Mazmur 92:13–15 pemazmur mengatakan: “Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, dan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.” Ayat ini mengingatkan bahwa dalam pandangan Tuhan, usia bukanlah batas bagi seseorang untuk tetap berbuah. Ketika akar kehidupan tertanam kuat di dalam Tuhan, maka pertumbuhan dan kesegaran hidup tidak ditentukan oleh usia, tetapi oleh kedalaman relasi dengan-Nya.
Apostel Paulus dalam 2 Korintus 4:16 menulis: “Sebab itu kami tidak tawar hati meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.” Kalimat ini mengajarkan bahwa penuaan sejati bukan hanya proses fisik, melainkan juga perjalanan batin. Tubuh memang melemah, tetapi iman, kasih, dan pengharapan dapat terus diperbarui setiap hari oleh kuasa Roh Kudus. Positive aging berarti tetap mengalami pembaruan batin di tengah perubahan jasmani.
Positive aging bukanlah menolak kenyataan usia, tetapi menyambutnya dengan syukur dan iman. Orang yang menua dalam Tuhan tidak kehilangan makna hidupnya, justru menemukan kedamaian yang lebih dalam. Ia belajar menikmati setiap musim hidup dengan bijak. Masa muda sebagai waktu menanam, masa dewasa sebagai waktu berbuah, dan masa tua sebagai waktu berbagi hikmat. Setiap fase memiliki keindahannya sendiri karena semuanya ada dalam rencana Tuhan.
Dalam terang firman Tuhan, penuaan bukanlah kemunduran, tetapi kesempatan untuk semakin berakar dalam kasih karunia. Positive aging berarti tetap berbuah di masa tua. Berbuah dalam kasih, damai sejahtera, kesabaran, dan kesetiaan. Ketika dunia menilai penuaan sebagai kehilangan, orang percaya melihatnya sebagai anugerah. Sebab dalam setiap keriput ada kisah kesetiaan Tuhan, dan dalam setiap rambut putih ada kemuliaan yang memancar dari hati yang terus diperbarui oleh-Nya. (SRP)















