Seminar Bertema Keluarga di Sembilan Kota Menyemarakkan Natal Nasional 2025

Bagikan:

ONESIMUS —  Seminar bertema Keluarga pada sembilan kota di Indonesia akan menyemarakkan Natal Nasional 2025. Panitia Natal Nasional (PNN) 2025 secara resmi membuka rangkaian Seminar Natal Nasional pada Rabu (10/12/2025) di Bandung, Jawa Barat. Tema Natal Nasional 2025 ini adalah: “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga (bdk. Matius 1:21-24).” Kegiatan seminar ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keluarga sebagai pusat pembentukan karakter, iman, dan ketahanan sosial bangsa.

Ketua Umum PNN 2025 Maruarar Sirait mengatakan bahwa kegiatan Natal Nasional lebih banyak mengambil porsi pelayanan kasih sebesar 70% dan 30% untuk ritual ibadah. Pelayanan kasih tersebut antara lain: seminar, bakti sosial, penyaluran bantuan bencana, bantuan beasiswa, bantuan perbaikan gereja, dan bantuan ambulans di lebih dari 10 titik wilayah di Indonesia. Sementara ritual ibadah sebagai puncak acara Natal Nasional akan berlangsung di Lapangan Tenis Indoor, Senayan, Jakarta, pada 5 Januari 2026.

Koordinator Seminar Nasional ini Pdt. Prof. Binsar J. Pakpahan, Ph.D menyampaikan bahwa secara khusus PNN Bidang Seminar bekerja sama dengan berbagai lembaga keagamaan, universitas, organisasi kepemudaan, dan pemerintah daerah. “Melalui seminar kita berharap mampu memberi pemetaan tantangan keluarga-keluarga di berbagai daerah di Indonesia,” ungkap Binsar. Panitia juga berencana menerbitkan buku dalam bentuk elektronik, sehingga publik dapat membacanya dan menjadi ruang refleksi yang kaya, relevan, dan berdampak bagi keluarga Indonesia di tengah tantangan zaman.

Lebih lanjut Maruarar Sirait juga menambahkan bahwa seminar ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi momentum penting untuk mengajak masyarakat melihat kembali peran keluarga sebagai fondasi kehidupan. “Melalui seminar di sembilan kota ini, kita ingin menghadirkan dialog yang membangun tentang bagaimana keluarga Indonesia dapat terus kuat, saling mendukung, dan tetap menjadi tempat pertama di mana nilai kasih dan harapan itu tumbuh.” ujarnya dalam keterangan resminya pada Rabu (10/12/2025).

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan seminar di berbagai wilayah, dari barat hingga timur Indonesia, menjadi bukti komitmen PNN 2025 untuk menjangkau masyarakat seluas mungkin.

Bandung menjadi tempat pertama menggelar rangkaian kegiatan seminar ini melalui kolaborasi dengan Universitas Parahyangan dan PMKRI. Selanjutnya secara berturut-turut seminar akan berlangsung di Medan (11 Desember 2025) bersama GMKI, PGIW, dan Universitas HKBP Nommensen; di Manado (11 Desember 2025) bersama IAKN Manado, UKIT, GMIM, dan SAG, serta di Palangkaraya (12 Desember 2025) melalui kerja sama dengan Keuskupan Palangkaraya, IAKN Palangkaraya, dan STIPAS Tahasak Danum Pambelum.

Kegiatan juga berlangsung di Ruteng (13 Desember 2025) dengan dukungan Unika St. Paulus Ruteng dan Keuskupan Ruteng; di Ambon (15 Desember 2025) bersama UKIM, GPM, IAKN Ambon, dan BKAG; di Toraja (18 Desember 2025) bersama UKI Toraja, Gereja Toraja, IAKN Toraja; di Merauke (19 Desember 2025) bersama Keuskupan Merauke dan PMKRI.

Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan seminar utama di Jakarta pada 3 Januari 2026 bekerja sama dengan STFT Jakarta dan Kementerian Agama RI.

Selain itu, Binsar juga menyatakan bahwa setiap kota menyelenggarakan seminar sehari penuh dengan format pemaparan materi, dialog interaktif, dan penyusunan rekomendasi mengenai penguatan keluarga Indonesia. “Hasil dari publikasi online rekomendasi kebijakan dan edukasi keluarga di Indonesia akan dilakukan di pelaksanaan Natal Nasional 2025, yaitu pada 5 Januari 2026. Seluruh seminar tersebut diharapkan dapat berkontribusi nyata bagi gereja, pemerintah, dan masyarakat luas dalam memperkuat fondasi keluarga Indonesia” ucap Binsar.

Maruarar menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa momentum Natal selalu mengingatkan masyarakat untuk kembali pada nilai kasih, dan kepedulian. “Semoga rangkaian seminar ini menjadi berkat bagi banyak keluarga di Indonesia dan menjadi pengingat bahwa pesan Natal tidak hanya dirayakan, tetapi dihidupi melalui tindakan yang membawa kebaikan dan harapan,” pungkasnya. (TS)