EBEN-HAEZER: SAMPAI DI SINI TUHAN MENOLONG KITA

Bagikan:

Bacaan: 1 Samuel 7:2-14

Kemudian Samuel mengambil dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: “Sampai di sini TUHAN menolong kita”. (1 Samuel 7:12)

Akhir tahun dijadikan banyak orang untuk berefleksi. Dalam budaya tertentu, malam pergantian tahun menjadi malam spesial, karena pada malam itu seluruh anggota keluarga berkumpul, saling mencurahkan isi hati di hadapan keluarga, serta menaikkan syukur dan pengharapan kepada Tuhan. Bagi banyak orang, perjalanan di tahun ini tidak selalu mudah. Ada yang kehilangan orang tercinta, terkena penyakit ganas, terluka, kecewa, mengalami berbagai tekanan, kegagalan dan penolakan, atau menghadapi problem yang tidak ringan. Rasanya, hidup ini terasa sangat berat.

Bangsa Israel pun pernah berada dalam masa panjang kegelisahan dan penantian. Mereka hidup dalam tekanan musuh dan hubungan mereka dengan Tuhan tidak baik-baik saja. Tahun demi tahun berlalu dengan beban, kegagalan, dan kerinduan akan pertolongan yang nyata.  Di tengah keadaan itu, Samuel mengajak bangsa Israel untuk kembali kepada Tuhan dengan segenap hati. Mereka diminta meninggalkan berhala, mengarahkan hidup kepada Tuhan, dan melayani Dia saja.

Ketika bangsa itu berkumpul di Mizpa, mereka berdoa, berpuasa, dan mengakui dosa-dosa mereka. Namun, justru saat itulah ancaman datang. Orang Filistin menyerang. Ternyata, ketaatan tidak selalu membuat keadaan menjadi lebih mudah. Perbedaannya adalah, kali ini bangsa Israel tidak mengandalkan kekuatannya sendiri. Mereka berseru kepada Tuhan dan meminta Samuel bersyafaat bagi mereka. Tuhan menjawab seruan itu dengan cara yang tidak mereka sangka. Ia bertindak, menggoncangkan musuh, dan memberi kemenangan yang tidak mungkin diraih dengan kekuatan manusia. Pertolongan Tuhan nyata, menegaskan bahwa kemenangan sejati lahir dari penyertaan-Nya. Sebagai ungkapan syukur, Samuel mendirikan sebuah batu dan menamainya Eben-Haezer, sambil berkata: “Sampai di sini TUHAN menolong kita.” Batu itu menjadi tanda ingatan bahwa perjalanan mereka tidak ditentukan oleh kemampuan sendiri, melainkan oleh kasih setia Tuhan.

Hari ini, di akhir tahun ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk mengingat dan mengakui semua hal baik yang telah Allah kerjakan dalam hidup kita. Meskipun di tahun ini kita pun mengalami sakit, penderitaan atau kesesakan, sesungguhnya Tuhan senantiasa ada untuk kita. Adalah indah, jika sama seperti bangsa Israel, kita pun mengakui semua dosa kita, memohon pengampunan dari Tuhan dan melanjutkan hidup dalam pertobatan. Pemulihan tidak dimulai dari luar, tetapi dari dalam, dari hati yang bertobat dan rindu hidup benar di hadapan Tuhan.

Kini kita berdiri di ambang tahun yang baru. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di tahun depan. Namun, hendaklah iman kita dikuatkan oleh satu kebenaran bahwa Tuhan yang telah menolong kita sampai di titik ini adalah Tuhan yang setia, yang akan menyertai dan menolong kita di tahun depan. Dengan hati yang bersyukur dan penuh pengharapan, mari kita melangkah memasuki tahun yang baru seraya berkata: “Eben-Haezer: Sampai di sini Tuhan menolong kita.” (SRP)